Grid.ID - Keributan terjadi antara Sunan Kalijaga dan kuasa hukum Reza Gladys, Julianus Paulus Sembiring. Sunan Kalijaga dan pengacara Reza Gladys ribut usai mengisi acara debat di salah satu stasiun televisi.
Keributan tersebut berawal dari adanya adu mulut antara dua pengacara tersebut. Dikatakan Sunan Kalijaga, adu mulut tersebut berujung pada dirinya yang terkena pukul.
"Oh, debat-debat kan biasa, tapi kan nggak boleh kekerasan. Kalau mau jago-jagoan, nggak di sini tempatnya," ujar Sunan Kalijaga ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/8/2025).
Ayah selebgram Salmafina Sunan itu membeberkan kronologi dari pertengkaran dengan Julianus Paulus Sembiring. Sunan Kalijaga dan pengacara Reza Gladys ribut ketika kuasa hukum Doktif itu menanyakan apa yang membuat rivalnya tersinggung.
"Saya itu samperin, abang tersinggung kenapa?" ujar Sunan Kalijaga menirukan pertanyaannya kepada Julianus Paulus Sembiring.
Rekan Sunan Kalijaga, Agustinus Nahak mendukung perkataan pengacara 48 tahun itu. Bahkan Agustinus Nahak menyebut ada seseorang yang mendorong Sunan Kalijaga.
Setelah didorong seseorang, Sunan Kalijaga mengaku menerima pukulan dari orang yang diduga pihak Dokter Andreas, klien Julianus Paulus Sembiring. Akan tetapi, pukulan tersebut tak membuat Sunan Kalijaga ciut.
"Pelaku yang pukul saya itu, katanya dari (pihak) Dokter Andreas. Ketika saya kena pukulan, saya nggak nangis. Saya tanya kenapa bapak pukul saya?" terang Sunan.
Sunan Kalijaga menyebut ada dua orang yang diduga melakukan pemukulan terhadap dirinya. Dua orang tersebut yaitu pertama, kuasa hukum dari dokter kecantikan Reza Gladys, Julianus Sembiring dan satu orang lain yang tak dikenal.
"Yang melakukan penyerangan terhadap saya, dua orang. Satu, saya pastikan kuasa hukum dari DRG (Dokter Reza Gladys) dan yang kedua, orang dari Dokter Andreas," tutup Sunan Kalijaga.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sunan Kalijaga dan Julianus Paulus Sembiring terlibat perseteruan usai acara debat di salah satu televisi swasta. Dalam acara itu sendiri, hadir pula Fahmi Bachmid, kuasa hukum Nikita Mirzani juga Deolipa Yumara, praktisi hukum. (*)
| Penulis | : | Hana Futari |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |