Grid.ID- Sebanyak 3 calon ABK kabur usai disekap di Muara Baru. Para pemuda asal Majalengka ini nekat berenang ratusan meter demi meminta pertolongan warga.

Sebanyak 3 pemuda asal Majalengka, Jawa Barat, melarikan diri dari sebuah rumah penampungan atau mess di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Insiden ini diketahui terjadi pada Sabtu (2/8/2025) lalu.

Salah satu calon ABK, yaitu RA (20), bercerita bahwa dia bersama dua rekannya, AS (18) dan RH (20), kabur dengan cara melompat dari kamar menuju ke Waduk Pluit. Mereka diketahui menyusuri beton di pinggiran tempat itu sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelah tak ada lagi beton yang bisa dipijak, ketiganya lalu nekat untuk berenang sejauh 200 meter hingga menemukan bangunan warung di atas waduk. Sekitar pukul 12.30 WIB, salah satu korban naik ke atas bangunan warung itu dan meminta tolong warga.

Mereka kemudian ditolong oleh Wakil RT 19, RW 17, Muara Baru, Hindun yang sedang duduk di warung. Hindun mengaku terkejut karena di bawah bangunan warungnya terdapat orang.

"Di kolong ada siapa, eh ternyata ada orang. Akhirnya, baru saya minta tolong sama pemuda-pemuda di sini supaya diangkat ke darat," tutur Hindun, dilansir dari Kompas.com.

Setelah ketiga korban yang basah kuyup berhasil dievakuasi, Hindun lalu memerintahkan putranya, Muhammad Khafi pergi ke mess agensi itu untuk mengambil KTP serta barang RA, AS dan RH. Setibanya di sana, Khafi meminta penjelasan terhadap para penjaga terkait penyebab para calon ABK itu kabur.

"Saya langsung ke sana untuk memintai keterangan atau kejelasannya bagaimana orang ini bisa kabur dan saya ingin meminta baik-baik ada KTP dan pakaian korban, terus meminta uang untuk mereka pulang ke Majalengka sekitar Rp 300.000," ujar Khafi.

Namun, keempat penjaga mess tersebut justru marah dan meminta Khafi tak ikut campur dalam masalah tersebut. Selanjutnya terjadi adu mulut hingga kekerasan yang dilakukan penjaga dengan menggunakan sebilah celurit.

Saat itu, Khafi dan seorang temannya mengalami luka akibat sabetan dari celurit tersebut. Warga setempat kemudian sempat menyerang balik para penjaga mess hingga terluka dan kemudian dibawa ke klinik.

Sayangnya, menurut Khafi, insiden itu tak bisa dilaporkan ke polisi lantaran para pelaku diduga mendapatkan perlindungan dari tokoh masyarakat setempat. Melansir dari TribunJakarta.com, alasan para korban kabur diduga karena mereka merasa dijebak oleh pihak agensi.

Baca Juga: Kronologi Penganiayaan yang Dilakukan Mahasiswi di Majalengka Terhadap Kekasihnya, Sempat Dikurung 3 Hari

Halaman Selanjutnya

Source : TribunJakarta.com,Kompas
Penulis : Faza Anjainah Ghautsy
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#Indonesia

#meninggal dunia

#anak

#pegawai

#viral

#air keras