Grid.ID- Berikut kronologi pendaki Gunung Bawang Bengkayang disambar petir hingga tewas. Insiden tragis ini tentu menorehkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan yang ditinggalkan.
Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dilanda duka setelah sebuah insiden tragis menimpa sekelompok pendaki. Tujuh orang pendaki Gunung Bawang terjebak cuaca ekstrem.
Satu dari mereka, bernama Alponso Buncung, meninggal dunia setelah disambar petir. Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu, 2 Agustus 2025 dini hari. Bagaimana kronologi pendaki Gunung Bawang Bengkayang disambar petir ini bisa terjadi?
Kronologi Pendaki Gunung Bawang Bengkayang Disambar Petir
Mengutip Tribun Pontianak, Senin (4/8/2025), peristiwa tragis ini bermula ketika Alponso Buncung dan enam rekannya melakukan pendakian. Mereka terjebak cuaca buruk.
Di tengah hujan lebat, sekitar pukul 04.00 WIB, Alponso Buncung tersambar petir. Ia meninggal di tempat.
Setelah kejadian, kelompok pendaki itu terbagi dua. Tiga orang, yaitu Ali, Agil, dan Yolen, memutuskan turun gunung untuk mencari pertolongan. Mereka menuju ke Dusun Sengkabang.
Namun, karena medan yang sulit dan kabut tebal, ketiganya justru tersesat. Mereka mengarah ke Riam Madi, yang bukan jalur pulang.
Sementara itu, tiga pendaki lainnya, Jailani, Ega, dan Fadhila, memilih bertahan. Mereka menunggu di lokasi kejadian untuk menjaga jenazah Alponso.
Mereka mencoba menghubungi rekan mereka di Desa Sungai Betung melalui ponsel. Namun, sinyal di puncak Gunung Bawang tidak stabil.
Informasi mengenai insiden ini akhirnya sampai ke rekan korban yang tidak ikut mendaki sekitar pukul 10.00 WIB. Rekan-rekan ini kemudian melaporkannya ke perangkat Desa Sungai Betung.
Sekitar pukul 11.00 WIB, tim evakuasi yang terdiri dari warga desa langsung naik ke gunung. Mereka ingin memastikan kabar itu. Tim evakuasi berhasil mencapai lokasi kejadian pada pukul 15.00 WIB.
| Source | : | wikipedia,Tribun Pontianak |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Winda Lola Pramuditta |