Grid.ID - Baru-baru ini, heboh fenomena warga kibarkan bendera One Piece jelang HUT ke-80 RI. Rupanya pengibaran bendera One Piece tersebut memiliki pesan tersembunyi di baliknya.
Seperti diketahui, setiap tanggal 17 Agustus, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan. Hari Kemerdekaan bukan hanya sekadar hari libur nasional, tetapi juga menjadi simbol perjuangan, persatuan, dan semangat bangsa Indonesia.
Selain itu, Hari Kemerdekaan juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme. Oleh karena itu, setiap tahun masyarakat akan mengibarkan Bendera Merah Putih di halaman rumah masing-masing sebagai salah satu cara memperingati Hari Kemerdekaan.
Namun tak seperti biasanya, jelang HUT ke-80 RI, banyak warga yang beramai-ramai mengibarkan bendera One Piece. Lantas apa alasan warga kibarkan bendera One Piece jelang HUT ke-80 RI?
Melansir TribunJabar.id, baru-baru ini banyak warga mengibarkan bendera One Piece. Bendera itu berwarna hitam dan dihiasi gambar Jolly Roger Bajak Laut Topi Jerami dari serial One Piece.
Bendera tengkorak berwarna hitam itu dikibarkan di bawah bendera merah putih, bendera kebangsaan Indonesia. Ada warga yang mengibarkannya di tiang bendera rumah, ada juga yang meletakkannya di panel mobil maupun truk.
Usut punya usut, fenomena ini muncul sebagai bentuk kritik sosial dan sindiran terhadap kondisi pemerintahan dan sosial-politik di Indonesia.
Makna Bendera One Piece
Bendera hitam bergambar tengkorak yang dikibarkan warga jelang HUT ke-80 RI itu adalah jolly roger kelompok topi jerami dalam manga One Piece karya Eiichiro Oda. Di dunia One Piece, setiap kelompok bajak laut memiliki jolly roger sendiri-sendiri yang memiliki makna khusus.
Melansir Kompas TV, jolly roger atau skull mark topi jerami ini menjadi lambang utama dari kru bajak laut. Pada dasarnya, desain pada bendera tersebut biasanya terdiri dari tongkorak manusia dan dua tulang saling bersilang berpotongan diagonal.
| Source | : | Kompas.com,Tribun-Timur.com |
| Penulis | : | Widy Hastuti Chasanah |
| Editor | : | Widy Hastuti Chasanah |