Grid.ID- Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dilalap si jago merah pada Senin (28/7/2025) sore. Kebakaran hebat ini menghanguskan sekitar 500 kios dan menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Beginilah kronologi kebakaran Pasar Taman Puring selengkapnya.
Api disebut berasal dari kios yang sudah tutup. Adapun dugaan awal pemicu munculnya api adalah korsleting listrik.
Mengutip laporan Tribunnews.com, Selasa (29/7/2025), kronologi kebakaran Pasar Taman Puring dimulai sekitar pukul 18.00 WIB pada Senin (28/7/2025) sesaat setelah azan maghrib. Menurut Maman (53), seorang pedagang barang bekas di pasar tersebut, ia sedang beres-beres untuk menutup kiosnya ketika tiba-tiba lampu penerangan pasar padam.
Padahal, biasanya lampu baru dimatikan pukul 18.30 WIB. Tak lama kemudian, Maman dan pedagang lainnya mendengar teriakan, "kebakaran, kebakaran!"
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan bahwa api diduga pertama kali muncul dari sebuah toko di bagian tengah pasar, tepatnya di Blok D dan E, yang sudah dalam keadaan tutup. "Asap terlihat keluar dari salah satu toko, lalu api mulai membesar," ungkap Nicolas.
Mengutip Kompas.com, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD Jakarta Selatan, Mohamad Yohan, menyampaikan bahwa laporan pertama tentang kebakaran diterima pukul 18.02 WIB. Tim pemadam tiba di lokasi enam menit kemudian, yakni pukul 18.08 WIB dan langsung memulai proses pemadaman dua menit setelahnya dengan mengerahkan enam unit mobil damkar.
Namun, upaya pemadaman awal oleh petugas keamanan menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) gagal. Api merambat dengan sangat cepat.
Maman mengaku sempat mendengar beberapa kali ledakan. Ia menduga ledakan tersebut berasal dari tabung gas milik kios penjual makanan dan korsleting listrik. Cepatnya rambatan api juga disebabkan oleh banyaknya barang dagangan berupa tas, sepatu, dan warung makan di lantai 2 Pasar Taman Puring, yang mudah terbakar.
Dampak dan Kerugian yang Ditimbulkan
Kebakaran ini menghanguskan sekitar 500 kios di Pasar Taman Puring. Kios-kios tersebut menjual berbagai macam barang. Mulai dari sepatu, kacamata, jam tangan, hingga barang-barang mudah terbakar lainnya. Suherman, seorang pedagang aksesoris, mengaku seluruh dagangannya ludes terbakar.
Baca Juga: Kronologi Pembunuhan Ojol Wanita Terbungkus Kardus di Gresik, Ternyata Ini Pelakunya!
"Habis semua, tidak ada yang tersisa. Seketika kita panik semua, lalu beres-beres barang. Cuma tidak terselamatkan," katanya.
Maman juga kehilangan sebagian besar barang dagangannya. Lebih dari 50 tas dan 50 pasang sepatu yang digantungnya hangus tak bersisa. Ia memperkirakan kerugian yang dialaminya berkisar antara Rp50 hingga Rp100 juta.
| Source | : | Tribunnews.com,KOMPAS.com |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Nesiana |