Grid.ID – Pedangdut Lesti Kejora mencurahkan isi hatinya di hadapan majelis hakim Mahkamah Konstitusi saat bersaksi di sidang uji materiil UU Hak Cipta, Selasa (22/7/2025). Ia mengaku tak nyaman usai dilaporkan oleh Yoni Dores sebagai pencipta lagu 'Bagai Ranting yang Kering' ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran hak cipta.
Hingga kini, Lesti juga merasa status hukumnya digantung karena belum juga dipanggil sebagai saksi terlapor. Hal itu pun berdampak negatif bagi dirinya.
“Saya masih digantung sebagai terlapor, dan itu berdampak negatif bagi saya,” kata Lesti saat bersaksi di Mahkamah Konstitusi, Selasa (22/7/2025).
Usai bersidang, istri Rizky Billar ini menyampaikan rasa syukurnya karena dapat memberikan keterangan secara langsung. Ia berharap kesaksiannya dapat dipertimbangkan majelis hakim.
“Alhamdulillah bersyukur karena berjalan dengan lancar. Saya senang bisa jadi saksi di sidang MK. Mudah-mudahan apa yang tadi saya dan Sammy sampaikan, bisa menjadi pertimbangan yang baik untuk ke depannya,” tutur Lesti Kejora.
Lebih lanjut, pedangdut 25 tahun ini mengaku laporan yang dilayangkan Yoni Dores membawa dampak psikologis dan kerugian yang cukup besar baginya.
“Banyak dong. Karena itu hal tidak baik ya, siapa yang nyaman statusnya jadi terlapor terus. Penginnya cepat selesai dan ada solusi,” bebernya.
Lesti juga menegaskan bahwa meski tak kehilangan tawaran manggung, masalah hak cipta ini berdampak pada rasa nyaman sebagai seorang penyanyi dalam menjalani profesinya.
“Banyak kehilangan kerjaan? Kalau soal itu bersyukur aja, alhamdulillah. Cuma lebih ke kenyamanan hati, kenyamanan saya pribadi aja sebagai masyarakat Indonesia yang menjadi terlapor terus,” tegasnya.
Karena itu, ibu dua anak ini berharap agar kasusnya ini segera terselesaikan dengan baik sehingga status hukumnya menjadi lebih jelas.
“Siapa yang nyaman kalau menjadi terlapor terus, penginnya kan cepat selesai, cepat ada solusi, apapun," ujarnya.
Baca Juga: Hampir Nangis di Sidang MK, Lesti Kejora Ungkap Ketakutan Diseret Kasus Hak Cipta oleh Yoni Dores
| Penulis | : | Ragillita Desyaningrum |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |