Grid.ID- Puluhan warga dikabarkan jadi korban penipuan jual beli unit kontrakan di Bekasi. Total kerugian mereka disebut mencapai miliaran rupiah.
Sebanyak 63 orang disebut jadi korban penipuan kontrakan bodong di Bekasi. Total kerugian yang dialami puluhan korban itu ditaksir mencapai Rp 7 miliar.
Adapun faktor harga yang sangat murah disebut menjadi alasan para korban itu tergiur dengan unit yang ditawarkan pelaku. Karena harga yang sangat murah tersebut membawa mereka terperangkap ke dalam jebalan pelaku hingga mangelami kerugian besar.
Salah satu korban yaitu Henry Idris (45) mengaku awal mula terjebak dalam kasus tersebut yaitu ketika dia tertarik membeli dua dari enam unit kontrakan senilai Rp 100 juta yang ditawarkan seorang perempuan berinisial Y di Facebook. Henry yang tergiur kemudian langsung melakukan negosiasi dan menjalin kesepakatan awal.
Dia kemudian diarahkan untuk bertemu perempuan berinisial K selaku pemilik kontrakan. Dalam pertemuan itu, pihak K mengklaim bahwa unit kontrakan yang hendak dilepasnya hanya dilengkapi dokumen girik.
Meskipun begitu, Henry tetap tertarik dan sepakat dengan harga yang ditawarkan. Setelah adanya kesepakatan itu, K lalu mempertemukan Henry dengan seseorang yang diklaim sebagai notaris sebuah rumah.
Transaksi kontrakan dengan harga Rp 100 juta itu kemudian terjadi dan kuitansi jual beli juga sudah diterima. Namun, beberapa waktu kemudian Henry menyadari bahwa perlibatan notaris dalam proses jual beli kontrakan tersebut hanya akal-akalan untuk meyakinkan korban.
"Tahunya notaris itu gadungan," ujar Henry, dilansir dari Kompas.com.
Sementara itu, korban lainnya yaitu Sumardi (60), juga mengaku telah setor uang Rp 100 juta untuk membeli dua unit kontrakan yang sama tanpa menerima kelengkapan dokumen seperti akta jual beli (AJB). Lalu, karena tak kunjung menerima AJB, dia kemudian memutuskan untuk menengok calon unit kontrakannya itu.
Sampai di lokasi, Sumardi terkejut lantaran bangunan kontrakan yang dibelinya sudah rata dengan tanah. Di saat yang sama, sejumlah korban juga mendatangi lokasi itu.
"Sampai situ saya kaget, kok rumahnya dibongkar. Setelah rumah dibongkar, kok banyak yang berdatangan, ternyata itu korban-korban lainnya," ungkapnya.
| Source | : | TribunJakarta.com,Kompas |
| Penulis | : | Faza Anjainah Ghautsy |
| Editor | : | Nesiana |