Grid.IDMahar seringkali dianggap sebagai salah satu aspek krusial dalam tradisi pernikahan Islam. Namun, tidak jarang mahar justru menjadi beban yang memberatkan. Lantas, seperti apa sebenarnya kriteria mahar pernikahan yang ideal? Haruskah mahal?

Mahar bisa menjadi penghalang bagi sebagian orang untuk melangsungkan pernikahan. Padahal, sebaik-baiknya mahar adalah yang tidak memberatkan kedua belah pihak.

Mahar yang terlalu tinggi justru bisa menciptakan masalah. Ini berlaku baik dari sisi keuangan maupun mental pasangan yang ingin membina rumah tangga. Oleh karena itu, inilah kriteria mahar pernikahan yang ideal.

Kriteria Mahar Pernikahan yang Ideal

Islam mengajarkan bahwa pernikahan seharusnya menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan malah menjadi beban. Dalam memilih mahar, sebaiknya kita mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Sunnah tersebut menekankan kesederhanaan dan menghindari sikap berlebihan. Mahar yang ringan dan sesuai kemampuan akan lebih mendekatkan pasangan pada tujuan utama pernikahan. Tujuannya adalah hidup bersama dalam kebahagiaan dan keberkahan.

Dikutip dari NU.or.id, Rabu (9/7/2025), Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitabnya Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menjelaskan hal ini. Beliau menyatakan bahwa disunahkan untuk meringankan mahar. Selain itu, kita juga tidak dianjurkan untuk memahalkan mas kawin.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW, “Perkawinan yang paling tinggi keberkahannya adalah perkawinan yang paling ringan ongkosnya.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Wanita yang paling tinggi keberkahannya adalah ia yang menetapkan ringan maharnya.” Hadis lain yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan disahihkan oleh Al-Hakim dari Uqbah bin Amir juga menegaskan, “Mahar terbaik adalah mas kawin yang paling ringan.”

Tujuan utama dari prinsip meringankan mahar ini sangat jelas. Ini adalah untuk memudahkan pernikahan, terutama bagi pemuda. Dengan demikian, mereka tidak terhalang untuk menikah hanya karena mahar yang tinggi.

Mahar yang terlalu mahal bisa menjadi penghalang. Ia bahkan dapat menyebabkan dampak sosial dan moral yang negatif. Salah satunya adalah munculnya perasaan tidak suka atau kebencian di hati suami.

Ini bisa terjadi akibat beban mahar yang berat. Dengan demikian, tujuan utama mengurangi biaya mahar adalah untuk mempermudah dan mempercepat pernikahan. Hal ini juga untuk menghindari dampak buruk jika biaya pernikahan terlalu memberatkan.

Calon suami yang baik dan bertanggung jawab tentu ingin memberikan yang terbaik bagi perempuan yang dipujanya. Namun, ia juga harus mempertimbangkan kenyataan.

Baca Juga: Mengenal Rangkaian Pernikahan Adat Sunda dari Mapag Pengantin hingga Pabetot Bakakak Hayam, Ternyata Ini Maknanya

Halaman Selanjutnya
Logo Parapuan
Butuh lebih banyak inspirasi dan berita khusus untuk Puan?
Klik di Sini

Source : nu.or.id,Serambinews.com
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Irene Cynthia

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#anak

#pegawai

#Indonesia

#meninggal dunia

#maia estianty

#Lucinta Luna