Grid.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membuat kebijakan larang mahasiswa asing di Harvard University. Lantas bagaimana nasib mahasiswa Indonesia?
Universitas Harvard merupakan salah salah kampus paling bergengsi di dunia. Tak sedikit mahasiswa asal Indonesia yang saat ini mengenyam pendidikan di kampus tersebut.
Namun baru-baru ini muncul kabar mengejutkan terkait pelarangan penerimaan mahasiswa asing di Harvard. Kebijakan tersebut diumumkan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem pada Kamis (22/5/2025).
Ia menegaskan bahwa penerimaan mahasiswa asing merupakan hak istimewa yang diberikan pemerintah. Hal itu bukan merupakan hak murni dari pihak universitas.
“Merupakan hak istimewa, bukan hak, bagi universitas untuk menerima mahasiswa asing dan mendapatkan keuntungan dari pembayaran biaya kuliah yang lebih tinggi untuk membantu menambah dana abadi mereka yang bernilai miliaran dolar,” kata Noem dikutip dari Tribunnews.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Prehimpunan Mahasiswa Indonesia Amerika Serikat (Permias) Felice Pudya memberikan kabar mahasiswa Indonesia saat ini. Diketahui saat ini semua mahasiswa Indonesia di Harvard University masih berstatus valid sebagai mahasiswa.
"Semua mahasiswa saat ini masih memiliki status yang valid," ujar Felice.
"Kami sedang berkoordinasi dengan Permias cabang Harvard University, KBRI Washington DC, dan KJRI New York," tambahnya.
Melansir dari Kompas.com, alasan Trump membuat kebijakan tersebut usai kemarahannya karena Harvard menolak tuntutan pemerintah agar universitas itu diawasi dalam proses penerimaan mahasiswa dan perekrutan staf. Trump menuduh Harvard telah menjadi pusat antisemitisme dan ideologi woke.
Bahkan dalam surat resmi tertulis, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem menyatakan kebijakan ini, 'Berlaku segera, sertifikasi Program Mahasiswa dan Pertukaran Pelajar (SEVIS) Universitas Harvard dicabut'. Sebagai informasi, sertifikasi Harvard dalam Program Mahasiswa dan Pertukaran Pelajar memungkinkan universitas mensponsori visa mahasiswa internasional untuk belajar di AS.
Terkait isu yang sedang beredar tersebut, pihak Harvard menolak semua tuduhan pemerintah. Pihak kampus mengaku akan tetap mendukung mahasiswa asing.
Baca Juga: Sakit Hati, Selena Gomez Tangisi Kebijakan Deportasi Massal Donald Trump: Semua Orang Diserang
| Source | : | tribunnews,Kompas.com |
| Penulis | : | Ines Noviadzani |
| Editor | : | Irene Cynthia |