Grid.ID - Pengendara ojek online (ojol) turun ke jalan untuk menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025). Tak terkecuali Sri Damiyah, driver ojol perempuan yang semangat mengikuti unjuk rasa.

Usianya sudah menginjak 63 tahun, tapi tekad Sri Damiyah untuk menuntut haknya sebagai pengemudi ojol begitu kuat. Ia bahkan menyiapkan makanan Ubi dan singkong rebus dari rumah untuk dibagikan kepada pendemo yang lain.

"Saya yang bawa sendiri, khususnya untuk rekan-rekan kita semua. Ada Ubi, singkong rebus itu makanan sehat, makanan kenyang," ungkap Sri Damiyah.

Massa demo ojol di Patung Kuda santap ubi dan singkong goreng yang dibawa Sri Damiyah.
Grid.ID/Ulfa Lutfia
Massa demo ojol di Patung Kuda santap ubi dan singkong goreng yang dibawa Sri Damiyah.

Ia mengaku sudah menjalani profesi sebagai pengemudi ojol sejak tahun 2015. Saat itu menurutnya kesejahteraan pengemudi masih terpenuhi.

Namun setelah pandemi Covid-19, ia mengaku pendapatannya menurun drastis.

"Saya ini waktu tahun 2015 masih lumayan lah 1 km itu Rp4.000. Semenjak covid hingga sekarang itu turun drastis. Tidak dapat poin, tidak dapat tambahan-tambahan," jelasnya.

Untuk itu, ia rela turun ke jalan demi menuntut haknya. Terutama mengenai potongan dari pihak aplikator yang dinilai terlalu besar.

"Tuntutannya aplikator dipotong 10 persen. Sedangkan sekarang ini dipotongnya antara 20-30 persen," terang Sri.

Tak hanya itu, ia juga berharap tarif hemat serta tarif antar makanan jarak dekat (argo goceng) juga dihilangkan. Sebab menurutnya potongan dan harga hemat ini sangat merugikan pihak driver.

"Saya mintanya aceng (argo goceng) dihilangin sama gojek hemat hilangin. Terus yang namanya gosend sameday dihilangin. Harganya murah banget," pungkasnya.

Baca Juga: Kapan Demo Ojol di Patung Kuda Selesai? Kapolda Metro Jaya: Mengganggu Ketertiban Kita Bubarkan

Halaman Selanjutnya

Penulis : Ulfa Lutfia Hidayati
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#anak

#pegawai

#Indonesia

#meninggal dunia

#maia estianty

#Lucinta Luna