Grid.ID - Perselingkuhan adalah salah satu ujian paling berat dalam sebuah pernikahan. Rasa sakit, kehilangan kepercayaan, dan pengkhianatan emosional bisa membuat pasangan merasa hancur.
Perselingkuhan bisa menghancurkan fondasi rumah tangga, namun tidak semua pasangan memilih berpisah. Pertanyaannya, berapa persen pasangan yang bertahan setelah selingkuh, dan berapa lama pernikahan dapat bertahan setelah perselingkuhan terjadi?
Seberapa Banyak Pernikahan Bertahan Setelah Perselingkuhan?
Perselingkuhan merupakan salah satu penyebab utama runtuhnya hubungan pernikahan. Namun menariknya, tidak sedikit pasangan yang memutuskan untuk tetap bersama meski luka pengkhianatan masih membekas.
Menurut data yang dikutip dari Choosing Theraphy, Rabu (9/4/2025), ada sebanyak 57% pasangan yang saling terbuka soal perselingkuhan memilih untuk tetap melanjutkan hubungan mereka. Sebaliknya, hanya 20% pasangan yang mampu bertahan jika perselingkuhan disembunyikan dan tidak pernah diakui.
Dalam kasus pernikahan yang berhasil bertahan, proses penyembuhan sering kali bergantung pada kejujuran, komitmen bersama, serta dukungan dari terapi atau konseling pernikahan. Berdasarkan penelitian dari American Psychological Association, 53% pasangan yang mengalami perselingkuhan akhirnya bercerai dalam waktu lima tahun, meskipun telah menjalani terapi.
Artinya, ada 47% pasangan tetap bersama setelah perselingkuhan terjadi. Mereka bertahan dengan berbagai alasan dan motivasi.
Mengapa Ada Pasangan yang Tetap Bertahan Setelah Perselingkuhan?
Ketika perselingkuhan terjadi dalam sebuah hubungan, banyak yang mengira bahwa perpisahan adalah satu-satunya jalan. Namun, ada pasangan yang memilih untuk tetap bersama, meskipun rasa sakit dan kekecewaan menghantui.
Keputusan ini sering kali didasarkan pada berbagai alasan yang cukup kuat. Salah satu alasan utama adalah faktor keluarga.
Pasangan yang sudah memiliki anak sering kali mempertimbangkan dampak perceraian terhadap kestabilan dan kesejahteraan anak-anak mereka. Mereka berusaha menjaga keutuhan rumah tangga demi masa depan anak-anak, meskipun hubungan mereka mengalami ujian berat.
| Source | : | marriage.com,Choosing Therapy |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |