Grid.ID - Kisah bangsawan yang menikah dengan rakyat jelata biasanya hanya ada di cerita dongeng anak-anak. Namun ternyata kisah yang terkesan fiksi itu terjadi dalam kehidupan seorang Putri Mako.
Putri Mako adalah keponakan kasiar Jepang. Ia rela melepas gelar bangsawannya demi menikahi kekasih yang berasal dari kalangan rakyat biasa, Kei Komuro.
Sebelum resmi menikah, hubungan Putri Mako dan Kei Komuro menghadapi penentangan dari publik yang intens. Meski demikian, dirinya tak mau mundur dari keputusannya yang sudah bulat.
Mako pun harus rela melepaskan tradisi pernikahan kerajaan mewah serta menolak pembayaran 140 juta Yen. Pembayaran itu sebenarnya adalah haknya sebagai wanita kerajaan yang meninggalkan keluarga kekaisaran.
Mengutip Tribun Bogor, Mako akhrinya menyerahkan dokumen dan mendaftarkan pernikahannya setelah bertunangan pada 2017 lalu. Kemudian bagaimanakh nasib Mako setelah menikah? Dan siapakah sosok sang Putri sebenarnya?
Dilansir Grid.ID dari Tribunnews.com dan Indian Express, berikut adalah profil dan kabar terbaru Putri Mako.
Mako Komuro, sebelumnya dikenal sebagai Putri Mako dari Akishino adalah anak sulung Pangeran Akishino dan Putri Akishino. Wanita cantik ini lahir pada 23 Oktober 1991.
Mako merupakan cucu perempuan pertama dari Akihito dan Michiko. Kelahiran cucu perempuan pertama Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko ini disambut oleh liputan media yang intens, meski secara hukum, ia tidak dapat mewarisi takhta.
Setelah kelahiran Mako, tiga tahun kemudian saudara perempuannya, Kako, lahir.
Mako awalnya mengikuti tradisi kerajaan dan menghadiri sekolah elit Gakushuin hingga akhir tahun. Namun, ia justru melanggar kebiasaan itu dengan tidak melanjutkan di institusi untuk studi universitasnya. Mako memilih untuk kuliah di Universitas Kristen Internasional Tokyo.
| Source | : | Tribunnews.com,Japan Times,Tribun Bogor,Indian Express |
| Penulis | : | Nindya Galuh Aprillia |
| Editor | : | Nindya Galuh Aprillia |