Grid.ID - Masih hangat di ingatan tragedi yang menimpa dua pendaki yakni Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono di Carstensz Pyramid, Papua. Keduanya meninggal dunia ketika melakukan pendakian ke salah satu Seven Summit tersebut. Peristiwa terjadi pada Sabtu (1/3/2025), di mana mereka mengalami hipotermia dan AMS.
Sebenarnya apa itu AMS? AMS adalah singkatan dari Acute Mountain Sickness atau penyakit ketinggian akut. Penyakit tersebut menjadi salah satu masalah kesehatan yang harus diwaspadai oleh pendaki.
Kondisi tersebut bisa menyerangan siapa saja, bahkan kepada mereka yang berpengalaman sebagai pendaki. Tubuh tidak miliki waktu untuk beradaptasi sehingga AMS sangat mematikan.
Beberapa gejala awal AMS seperti sakit kepala ringan hingga kondisi yang lebih serius seperti edema paru dan otak. Penyakit tersebut bisa sebabkan edema paru di dataran tinggi.
AMS biasanya terjadi pada ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ada pula beberapa kasus AMS ringan yang bisa disembuhkan bila mendapat penanganan cepat.
Salah satu sebab AMS adalah kadar oksigen dan tekanan udara yang lebih rendah saat berada di ketinggian. Selain itu faktor stamina pendaki juga bisa memicu hal tersebut.
Beberapa orang dengan riwayat anemia, penyakit jantung dan patu-patu lebih berisiko mengalami AMS. Inilah beberapa gejala AMS ringan yang wajib diwaspadai.
1. Pusing
2. Sakit kepala
3. Nyeri otot
Baca Juga: Fiersa Besari Tahan Tangis di Puncak Carstensz, Minta Doa Ini di Hari Ulang Tahunnya
4. Insomnia
| Source | : | Kompas.com,Cleveland Clinic |
| Penulis | : | Pradipta R |
| Editor | : | Pradipta R |