Grid.ID- Pemberian mawar pada Hari Valentine bukan hanya sekadar tradisi, tetapi memiliki sejarah yang menarik dan akar yang dalam dalam mitologi serta budaya.
Mawar, terutama yang berwarna merah, telah lama dikaitkan dengan cinta dan gairah.
Mengutip Reader Digest, sejarah pemberian mawar pada Hari Valentine memiliki beberapa versi asal-usul.
Salah satu kisah yang terkenal berasal dari mitologi Yunani, di mana dewi cinta, Aphrodite, dikisahkan secara tidak sengaja menggores dirinya dengan duri mawar putih, menyebabkan bunga itu berubah menjadi merah oleh darahnya.
Kisah lain menyebutkan bahwa mawar merah tumbuh di tanah tempat kekasih Aphrodite, Adonis, meninggal dan di mana air mata sang dewi jatuh.
Selain itu, pada abad ke-18, Lady Mary Wortley Montagu, istri seorang duta besar Inggris untuk Turki, memperkenalkan konsep "bahasa bunga" di Eropa.
Meskipun dia salah menginterpretasikan budaya lokal Turki, idenya tentang makna simbolis bunga segera menjadi populer, terutama di Inggris abad ke-19.
Seiring waktu, mawar semakin dikaitkan dengan cinta dan romansa.
Mengapa Mawar Merah Paling Populer?
Mawar merah menjadi pilihan utama di Hari Valentine karena warna merah telah lama dikaitkan dengan gairah dan cinta romantis.
Dalam sejarah, pewarna merah juga sangat mahal dan sulit didapat, menjadikannya simbol kemewahan dan keistimewaan.
Oleh karena itu, mawar merah dianggap sebagai lambang cinta yang kuat dan mendalam.
| Source | : | Reader Digest |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Irene Cynthia |