Grid.ID - Cancel culture sedang ramai diperbincangkan belakangan ini.
Ya, istilah cancel culture memang kerap digunakan di jagat maya yang dapat diartikan sebagai "budaya membatalkan".
Dilansir dari Kompas.com pada Selasa (4/2/2025), secara sederhana, cancel culture merujuk pada perilaku "membatalkan", memboikot, atau menghukum seseorang akibat tindakan mereka yang dianggap salah.
Ya, biasanya ini terjadi sebagai respons terhadap tindakan, ucapan, atau pandangan seseorang yang dianggap rasis, seksis, atau tidak sesuai dengan norma sosial yang berlaku.
Fenomena itu tentu saja berdampak besar, terutama untuk publik figure yang melakukan tindakan yang dianggap salah oleh masyarakat.
Mulai dari kehilangan dukungan publik hingga konsekuensi serius seperti kehilangan pekerjaan atau bahkan peluang dalam berkarier.
Ada dampak positifnya yaitu dapat membantu memerangi kesalahan dan mengatasi kesenjangan.
Namun cancel culture ini tentu saja menuai perdebatan, apakah sebagai bentuk keadilan sosial atau justru menjadi bentuk persekusi digital yang berlebihan.
Hal tersebut dikarenakan cancel culture sering kali berubah menjadi penindasan bagi orang yang menjadi objeknya.
Dalam kondisi tersebut, korban yang menjadi objek cancel culture bisa saja mengalami peningkatan kecemasan, depresi, dan hingga bahkan bunuh diri.
Baca Juga: Agus Salim Akan Berobat ke Singapura, Saipul Jamil Jadi Salah Satu Donatur
Salah satu artis Indonesia yang pernah mengalami cancel culture adalah Saipul Jamil.
| Source | : | Kompas.com |
| Penulis | : | Christine Tesalonika |
| Editor | : | Nesiana |