Parapuan.co - Sepak bola masih menempati posisi sebagai olahraga paling populer di Indonesia.
Dengan jumlah penggemar yang mencapai lebih dari 165 juta orang, sepak bola menjadi bagian dari aktivitas masyarakat di berbagai kalangan.
Tingginya minat tersebut mendorong berkembangnya berbagai sarana pendukung. Salah satunya ditandai dengan bertambahnya lapangan mini soccer.
Fasilitas ini tidak hanya difungsikan sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga dikelola secara profesional sebagai peluang bisnis di berbagai daerah.
Namun, seiring dengan bertambahnya jumlah lapangan mini soccer, tantangan pengelolaan pun ikut meningkat.
Di lapangan, sejumlah persoalan teknis masih kerap ditemui. Permukaan lapangan yang bergelombang, sistem drainase yang kurang optimal hingga menyebabkan genangan air, pencahayaan yang tidak merata, serta kondisi lapangan yang cepat mengalami kerusakan menjadi keluhan yang sering disampaikan pengelola.
Persoalan tersebut umumnya muncul akibat perencanaan dan metode pembangunan yang kurang tepat sejak awal.
Baca Juga: Jangan Ganti Cairan Wiper dengan Air Biasa, Ini Efek Sampingnya
Bagi pengelola, kendala teknis semacam ini tidak hanya memengaruhi kenyamanan pemain, tetapi juga berdampak pada meningkatnya biaya perawatan hingga terganggunya operasional lapangan.
Kondisi tersebut membuat pemilihan kontraktor lapangan mini soccer menjadi aspek yang krusial dalam proses pembangunan.
Hal ini turut dibenarkan oleh Indo Mini Soccer sebagai penyedia jasa pembangunan lapangan mini soccer.
Perwakilan Indo Mini Soccer menyampaikan bahwa kekhawatiran terkait kondisi lapangan masih sering ditemui dari para klien.