Parapuan.co - Menjadi ibu sering kali datang bersama tuntutan yang tidak terlihat. Ada harapan untuk selalu hadir, sabar, sigap, dan mampu menjalani banyak peran sekaligus.
Ketika realitas tidak berjalan sesuai bayangan, rasa bersalah kerap muncul dan membuat ibu mempertanyakan dirinya sendiri.
Isu inilah yang diangkat dalam agenda "Momspiration Day" yang berlangsung pada Minggu (14/12/2025) di T-Space Bintaro, Tangerang Selatan.
Acara ini merupakan inisiatif dari Indonesia Women Fest Go To Community sebagai ruang diskusi bagi para ibu untuk berbagi dan belajar bersama.
Sebagai informasi, Indonesia Women Fest merupakan komunitas yang menghadirkan percakapan dan agenda yang berkaitan dengan kehidupan perempuan di berbagai fase. Mulai dari kesehatan mental, relasi, hingga pengembangan diri.
Melalui "Momspiration Day", para ibu diajak untuk melihat kembali peran mereka dari sudut pandang yang lebih manusiawi, termasuk soal menerima diri sebagai imperfect mom.
Sesi tentang imperfect mom dibahas dalam workshop bertajuk "Goodbye Mom Guilt: Kekuatan Journaling untuk Imperfect Mom" yang dibawakan oleh Psikolog Klinis sekaligus Mitra Psikolog Halodoc Miki Amrilya Wardati.
Dalam sesinya, Miki mengajak para ibu untuk memahami dari mana rasa bersalah itu muncul dan bagaimana cara menyikapinya dengan lebih sehat.
Baca Juga: Kembalinya Captain America, Steve Rogers Jadi Ayah di Teaser Perdana Avengers: Doomsday
Ketika ekspektasi terlalu tinggi
Menurut Miki, banyak ibu kesulitan menerima diri bukan karena kurang berusaha, melainkan karena ekspektasi yang tidak realistis.
Ekspektasi ini kerap terbentuk dari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, termasuk dari apa yang terlihat di media sosial.
KOMENTAR