Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi minta maaf kepada warga Jabar di momen Lebaran. Dalam permintaan maaf itu, Dedi menyinggung soal warga yang tak mampu beli kain kafan.
Seperti diketahui, umat muslim di Tanah Air baru saja merayakan momen Idul Fitri alias Lebaran. Salah satu tradisi yang paling melekat dalam perayaan Lebaran ini adalah saling bermaaf-maafan.
Maaf-maafan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Lebaran, khususnya di Indonesia. Setelah melaksanakan salat Idulfitri, keluarga, kerabat, hingga teman saling bersalaman dan mengucapkan permohonan maaf.
Hal itu pula yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi belum lama ini. Selepas melaksanakan salat Idul Fitri pada (21/03/2026). Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan maaf pada warga Jawa Barat.
"Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Jabar atas kekeliruan kami dan kami mohon ampun kepada Allah belum memberikan pelayanan terbaik bagi kepentingan masyarakat," ucap pria yang akrab disapa KDM tersebu dilansir dari TribunJabar.ID.
Kala itu, Dedi mulyadi tengah berpidato di hadapan warga usai salat Idulfitri di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Dalam pidatonya, Dedi awalnya menyinggung soal kesejahteraan masyarakat Jabar yang belum merata.
Setelah itu, dia menyinggung masalah di Jabar yang belum terselesaikan, dari jalan rusak, irigasi yang belum memadai, hingga belum optimalnya layanan kesehatan dan pendidikan. Ia menyebut berbagai masalah itu belum bisa diselesaikan secara merata karena kurangnya alokasi keuangan yang terbatas.
"Saya sampaikan permohonan paaf pada seluruh warga Jabar apabila ada yang meninggal tak mampu membeli kain kafan."
"Apabila ada anak yang sekolah tak mampu beli baju dan sepatu, atau apabila masih ada rumah yang tak bisa makan karena kehabisan beras," ujarnya.
Di momen itu, Dedi Mulyadi mengakui dirinya malu karena masih ada warga Jabar yang sulit berobat akibat masalah BPJS dan anak-anak yang belum mendapat akses pendidikan layak.