Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kecewa lihat warganya sering minta bantuan. Dedi menegaskan bahwa bantuan hanya akan diberikan pada orang yang benar-benar membutuhkan.
Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga memberikan sindiran pedas seraya menyinggung soal kerja keras. Sindiran itu dilontarkan Dedi Mulyadi saat menemui korban bencana banjir di Sukahurip, Ciamis baru-baru ini.
Di momen itu, Dedi Mulyadi tampak berdialog dengan beberapa warganya. Namun, dari beberapa warga itu terdapat salah satu warga yang menangis dan merasa berhak menerima bantuan.
Kecewa lihat warganya sering minta bantuan, baru-baru ini Dedi Mulyadi beri sentilan menohok. Menurutnya, bantuan akan diberikan pada orang yang benar-benar membutuhkan.
“Kan kita memberikan bantuan itu kepada warga yang betul-betul membutuhkan,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari tayangan Youtube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada Sabtu (28/02/2026).
Menurut Dedi, warga yang berhak menerima bantuan adalah mereka yang masuk kategori miskin dan kehilangan mata pencaharian atau akses pendidikan akibat banjir. Ia melarang warga Jabar yang mampu untuk meminta-minta bantuan.
“Kalau yang masih mapan, masih mampu, jangan lah mengkondisikan diri menjadi miskin ya,” imbuhnya.
Dedi bahkan sampai mengungkap soal data masyarakat miskin yang diajukan oleh Bupati Ciamis. Awalnya, bupati itu mengajukan bantuan untuk 250 KK, namun hanya 170 KK yang memenuhi syarat verifikasi.
Tak ingin ada perselisihan, Dedi lantas menuruti permintaan Bupati Ciamis tersebut. Sayangnya, meski Dedi sudah menjelaskan secara data, tampak warga khususnya ibu-ibu terus berbicara dan mengeluh tak kebagian bantuan tersebut.
Kecewa dengan hal tersebut, Dedi langsung memberi sentilan menohok. Diakui Dedi, ia suka membantu orang yang tidak meminta.