Find Us On Social Media :

10 Tradisi Masyarakat Jawa Menyambut Bulan Ramadan, Dari Munggahan hingga Nyadran, Ini Filosofinya!

By Widy Hastuti Chasanah, Sabtu, 14 Februari 2026 | 06:30 WIB

Inilah 10 tradisi masyarakat Jawa menyambut bulan Ramadan, dari Munggahan hingga Nyadran, ini filosofinya!

Grid.ID - Inilah 10 tradisi masyarakat Jawa menyambut bulan Ramadan. Seluruh tradisi itu memiliki makna serta filosofi penting bagi masyarakat Jawa.

Seperti diketahui, umat muslim seluruh dunia tengah bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Pada tahun ini, bulan Ramadan diperkirakan jatuh pada (18-19/02/2026).

Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam, termasuk masyarakat Jawa. Menjelang Ramadan 2026, berbagai tradisi turun-temurun kembali digelar dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga wujud syukur, refleksi diri, serta penguatan nilai sosial dan spiritual. Berikut adalah 10 tradisi masyarakat Jawa menyambut bulan Ramadan dilansir Kompas.com.

1. Dugderan - Semarang

Dugderan merupakan tradisi yang Kota Semarang untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Menurut Zamakhsyari Bin Hasballah Thaib dalam buku Ramadhan di Indonesia: Amalan dan Tradisi (2017), dugderan berasal dari suara bedug masjid yang ditabuh bertalu-talu, yang disebut Dug, dan suara dentuman meriam yang disebut Der.

Tradisi Dugderan telah ada sejak abad ke-15, pada masa pemerintahan Sultan Agung, dan masih dilestarikan hingga kini. Dugderan diadakan beberapa hari sebelum Ramadhan dimulai. Selain menjadi simbol penyambutan Ramadhan, Dugderan juga merupakan wujud kebersamaan antarwarga dan pengingat akan datangnya waktu untuk menahan diri dan menjalani ibadah puasa dengan penuh kesungguhan.

2. Padusan – Klaten, Boyolali, Salatiga, dan Yogyakarta

Tradisi Padusan adalah tradisi menyambut Ramadhan yang dilakukan di beberapa wilayah di Jawa Tengah, seperti Klaten, Boyolali, Salatiga, dan Yogyakarta. Retno Widyastutik dalam Pandangan Masyarakat Mengenai Tradisi Padusan (2010), padusan adalah tradisi yang dilaksanakan setahun sekali menjelang bulan puasa, biasanya dilakukan sehari sebelum bulan Ramadhan.

Dalam tradisi ini, masyarakat secara simbolis membersihkan diri, baik secara fisik maupun rohani, sebagai persiapan menyambut bulan Ramadhan. Tradisi Padusan berakar dari ajaran yang menyatakan bahwa bersih secara fisik dan spiritual sangat penting sebelum memasuki bulan suci.

Baca Juga: Ketahui 7 Tips Agar Tidak Ngantuk di Kantor, Puasa Ramadan 2026 Lancar Tanpa Hambatan