Find Us On Social Media :

Kronologi Remaja Baduy Dibegal hingga Terluka saat Jualan Madu di Cempaka Putih, Sulit Dapat Perawatan Gegara Tak Ada KTP

By Faza Anjainah Ghautsy, Minggu, 9 November 2025 | 15:05 WIB

Kronologi remaja Baduy dibegal hingga terluka saat jalan madu di Cempaka Putih.

Grid.ID- Terungkap kronologi remaja Baduy dibegal hingga terluka saat jualan madu di Cempaka Putih. Korban sempat sulit dapatkan perawatan lantaran tak ada KTP.

Seorang remaja yang berasal dari suku baduy Dalam bernama Repan (16) dikabarkan menjadi korban pembegalan di Jalan Pramuka Raya, Rawasari, Cempaka Putih, jakarta Pusat, pada Minggu (26/10/2025). Adapun peristiwa ini berawal saat Repan sedang berjalan kaki untuk berjualan madu.

Tiba-tiba, remaja itu dihampiri empat orang laki-laki tak dikenal yang datang berboncengan menggunakan dua sepeda motor. Para pelaku kemudian langsung merampas dua tas yang dibawa Repan sambil memperlihatkan sebilah senjata tajam yang diduga berjenis celurit.

Repan diketahui sempat melakukan perlawanan sehingga salah satu pelaku mencoba untuk melukainya. Korban lalu berhasil menangkis serangan dengan tangan kirinya, yang mengakibatkan dia mengalami luka sobek di bagian tersebut.

Empat pria itu berhasil membawa lari sejumlah barang berharga milik korban, mulai dari satu unit ponsel merek Itel, 10 botol madu dagangannya senilai Rp150.000 perbotol, serta uang tunai sebesar Rp3 juta. Repan diketahui mengalami kerugian sekitar Rp4,5 juta lantaran aksi pembegalan itu.

Sementara itu, Repan menceritakan bahwa dia langsung berjalan kaki menuju rumah sakit (RS) terdekat di Jakarta Pusat usai dibegal, namun sempat kesulitan mendapat akses pertolongan medis. Kondisinya saat itu mengalami luka sayat di tangan kiri, serta sedikit luka di pipi dan memar di punggung.

Melihat keadaan korban, petugas RS sempat menanyakan kartu identitas dan surat administrasi. Namun, sebagai warga Baduy Dalam, Repan tak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) ataupun surat pengantar lantaran tak sempat bertemu warga setelah kejadian pembegalan itu.

"Karena kejadiannya pas azan Subuh. Memang ada lalu lintas yang lewat, tapi melaju dengan cepat-cepat," ujar Repan, dilansir dari Kompas.com.

Petugas RS lalu memberi pertolongan awal dengan membalut tangan korban menggunakan perban dan menyarankan Repan pergi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun, remaja satu ini tak tahu alamat RSCM, sehingga dia memilih berjalan kaki menuju rumah kenalannya, Johan Chandra (Nello) yang ada di Tanjung Duren Dalam.

"Saya diberi penanganan, tapi hanya dibungkus saja (luka pakai perban). Setelah itu saya diminta ke (RS) Cipto. Tapi kan Jakarta ini luas ya, jadi saya langsung menuju ke rumah Pak Nello saja. Berjalan kaki," jelasnya.

Nello sendiri merupakan seorang pelanggan madu yang dikenal Repan dan ayahnya sejak tiga tahun lalu. Repan diketahui berjalan kaki sambil menahan sakitnya dari Cempaka Putih sejak pukul 05.00 WIB dan sampai di kediaman Nello sekitar pukul 08.00 WIB.

Baca Juga: Kronologi Pelaku Begal Dihajar Korbannya, Babak Belur Usai Coba Ambil Motor di Probolinggo