Grid.ID- Zaman pedang telah berakhir, namun pertarungan demi bertahan hidup baru saja dimulai. Serial Last Samurai Standing menghadirkan kisah kelam 292 samurai yang terjebak dalam permainan maut bernama Kodoku. Bagi yang penasaran dengan kisahnya, simak sinopsis Last Samurai Standing berikut ini.
Para samurai ini, yang kini hidup dalam kemiskinan dan penyakit, harus bertarung hingga hanya satu yang tersisa demi hadiah uang fantastis. Dengan visual dan semangat khas sinema Jepang, serial ini menghadirkan perpaduan antara aksi brutal dan refleksi mendalam tentang kehormatan serta eksistensi manusia.
Junichi Okada, selaku produser sekaligus pemeran utama, bekerja sama dengan sutradara Michihito Fujii untuk menciptakan drama periode yang menegangkan dan menyentuh. Berikut sinopsis Last Samurai Standing yang mengisahkan perjuangan terakhir para samurai dalam menghadapi perubahan zaman.
Sinopsis Last Samurai Standing
Kisah bermula di Jepang pada tahun 1878, satu dekade setelah kejayaan samurai berakhir. Para samurai kehilangan identitas dan status mereka, bahkan dilarang membawa pedang.
Saat kesenjangan sosial makin melebar dan wabah kolera melanda, muncul sebuah kesempatan ganjil untuk bertahan hidup. Yaitu, undangan mengikuti turnamen mematikan dengan hadiah 100 miliar yen.
Pertarungan berlangsung dari Kyoto hingga Tokyo, namun hanya satu peserta yang akan selamat. Misteri pun mencuat. Siapa dalang di balik permainan kejam ini dan sampai sejauh mana manusia rela bertahan demi uang dan kehormatan?
Mengutip situs Netflix, Minggu (2/11/2025), serial ini diadaptasi dari novel Ikusagami, karya Shogo Imamura, penulis pemenang Naoki Prize, dengan ilustrasi oleh Katsumi Tatsuzawa. Novel tersebut pertama kali diserialkan pada Desember 2022 di majalah Morning terbitan Kodansha, dan terdiri dari empat volume.
Imamura sendiri memberi restu penuh terhadap adaptasi ini, memuji perubahan-perubahan yang justru menambah ketegangan serta daya visual khas sinema Jepang. “Bagian-bagian yang diubah justru menambah ketegangan dan daya tarik yang hanya bisa ditampilkan lewat film,” ujarnya. Adaptasi ini telah dikembangkan oleh Netflix sejak Desember 2022, menjadikannya salah satu proyek drama aksi Jepang paling ambisius tahun ini.
Kolaborasi Besar di Balik Layar
Shinichi Takahashi, direktur live action creative di Netflix Jepang, menjadi sosok yang pertama kali mendekati Junichi Okada untuk memimpin proyek ini sebagai produser sekaligus pemeran utama. Okada kemudian menggandeng penulis dan sutradara peraih Japan Academy Prize, Michihito Fujii, yang sebelumnya bekerja sama dengannya dalam film Hard Days (2023).
Bagi Fujii, membaca novel Imamura terasa begitu dekat dengan realitas modern. Ia mengatakan bahwa kisah Last Samurai Standing mencerminkan perjuangan manusia modern menghadapi tekanan hidup, seperti yang terjadi di masa pandemi Covid-19. “Ini bukan sekadar kisah ideologi dan takdir, tetapi juga hiburan yang menegangkan dengan nuansa permainan hidup dan mati,” ujarnya.