Grid.ID - Seorang polwan di Lombok bunuh suaminya yang juga seorang polisi. Ia membantah jadi pelaku sampai pergi ke dukun berdalih mencari suami.
Polisi telah menetapkan satu tersangka dalam kasus kematian Brigadir Esco, seorang anggota intel Polsek Sekotong, Polres Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tersangka yang diduga membunuh Brigadir Esco itu tak lain adalah istrinya sendiri yakni Briptu Rizka.
Berikut kronologi polwan di Lombok bunuh suaminya yang juga seorang polisi. Ia bahkan membantah jadi pelaku sampai pergi ke dukun berdalih mencari suami.
Saat ini Briptu Rizka telah resmi ditahan dan mengikuti rekonstruksi kasus kematian Brigadir Esco. Meski statusnya sudah menjadi tersangka, Rizka tetap menolak tuduhan bahwa dirinya pelaku pembunuhan.
Melalui kuasa hukumnya, Rizka menyampaikan sejumlah bantahan terkait isu yang berkembang seputar kasus tersebut. Salah satunya mengenai tudingan bahwa ia sengaja tidak melapor ke pihak berwajib ketika Esco dinyatakan hilang.
Sebagai informasi, Brigadir Esco dilaporkan menghilang sejak 19 Agustus 2025, lalu ditemukan meninggal pada 24 Agustus 2025 di sebuah kebun dekat rumahnya dalam keadaan tragis. Selama masa hilangnya Esco, beredar kabar bahwa Rizka sama sekali tidak membuat laporan resmi ke polisi.
Menanggapi hal itu, pengacara Rizka, Rossi, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa Rizka justru sibuk mencari keberadaan suaminya.
Rizka bahkan mendatangi kantor tempat Esco bertugas, meski tidak mendapat jawaban yang jelas. Ia juga sudah menyampaikan laporan hilangnya Esco kepada atasan kepolisian di wilayah setempat.
"Apakah upaya itu harus dalam bentuk formal? saya kira itu tidak logis kalau kita hanya mengatakan bu Rizka harus membuat laporan. Buktinya semua teman-teman di Polsek dia (Esco) hilang, ibu Rizka melaporkan itu termasuk pak Kanit Intel," ungkap Rossi dalam wawancara di kanal Youtube Tribun Lombok, Selasa (30/9/2025).
Selain itu, Rizka juga meminta bantuan intel untuk melacak ponsel Esco yang tidak bisa dihubungi serta memberikan informasi kepada Kanit Intel demi memudahkan pencarian. Bahkan, ia sempat menginformasikan soal keberadaan seseorang yang diduga dukun bernama Abah, yang disebut-sebut mengetahui keberadaan Esco.
"Dua kali diminta cek pos sama bu Rizka, lewat nomor HP. Cuma tidak ditemukan. Kedua, lewat kotak HP lewat Imei. Pada saat itu pak Kanit Intelnya ikut mencari ke rumah abah di Gunung Sari menanyakan keberadaan Esco," imbuh Rossi.
Baca Juga: Kronologi Siswi SMKN 1 Cihampelas di Bandung Meninggal Dunia, Sempat Dikaitkan Kasus Keracunan MBG