Grid.ID - Perseteruan antara eks dosen UIN Malang Yai Mim dengan Nurul Sahara kini masih menjadi sorotan. Hal itu berawal dari adu mulut sampai diusir dari rumah.
Nama Kyai Muhammad Imam Muslimin (MIM), mantan dosen UIN Malang, kembali mencuat di publik. Setelah sebelumnya viral karena aksinya guling-guling di jalan, kini ia harus menghadapi kenyataan pahit: diusir dari rumahnya sendiri di kawasan Perumahan Joyogrand, Kota Malang.
Kronologi perseteruan antara eks dosen UIN Malang Yai Mim vs Nurul Sahara memasuki babak baru. Kejadian tersebut berawal dari adu mulut sampai diusir dari rumah.
Peristiwa itu berlangsung di area persawahan dan menyeret nama seorang dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang pria bertubuh gempal dengan rambut memutih, yang disebut sebagai dosen UIN Malang, bersitegang dengan seorang wanita yang sedang merekam kejadian.
Salah satu cuplikan bahkan memperlihatkan pria tersebut tiba-tiba terjatuh lalu berguling di lahan pertanian. Narasi yang beredar di media sosial pun bermacam-macam dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Ada unggahan yang menyebutkan dosen itu membawa beberapa mahasiswa ke lokasi sengketa. Sementara postingan lain menyebut insiden dipicu rasa iri terhadap seorang pebisnis rental mobil hingga berujung laporan ke aparat.
Dalam narasi video, sang dosen juga dituding melakukan pelecehan, merusak mobil sewaan milik pelapor, serta mencemarkan nama baik. Namun, semua tuduhan itu masih simpang siur dan belum terbukti secara hukum.
Kronologi Kasus
Seorang warga Malang resmi mengadukan seorang dosen UIN Malang dengan sejumlah tuduhan, mulai dari pelecehan, perusakan aset usaha rental mobil, hingga pencemaran nama baik. Nama seorang Kyai sekaligus dosen UIN pun ikut terseret sebagai pihak yang dilaporkan.
Menurut pelapor, perselisihan dengan terlapor sudah terjadi cukup lama. Masalah pertama kali muncul saat akses jalan menuju garasi mobil sewaan miliknya ditutup sepihak. Setelah itu muncul dugaan pelecehan, fitnah, hingga perusakan kendaraan.
Ia mengaku awalnya menahan diri karena menghormati status terlapor sebagai tokoh agama dan akademisi. Namun karena perbuatan tersebut berulang, ia akhirnya memilih menempuh jalur hukum.
Baca Juga: Kronologi Kurir Dibacok saat Antar Paket COD di Bekasi, Pelaku Sempat Kabur Kini Menyerahkan Diri
| Source | : | Kompas.com,Instagram,TribunJateng.com |
| Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
| Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |