Find Us On Social Media :

Kronologi Ketua OSIS SMA di Purwokerto Diduga Gelapkan Dana Konser, Pihak Sekolah Kini Buka Suara

By Ines Noviadzani, Rabu, 24 September 2025 | 11:53 WIB

Kronologi ketua OSIS SMA di Purwokerto diduga gelapkan dana konser, pihak sekolah buka suara.

Grid.ID - Kronologi ketua OSIS SMA di Purwokerto diduga gelapkan dana konser. Pihak sekolah kini buka suara.

Dugaan penyelewengan dana oleh ketua OSIS SMAN 5 Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah gegerkan warganet. Pasalnya, sang ketua OSIS diduga menggelapkan anggaran untuk acara perayaan ulang tahun sekolah sebesar Rp 50 juta.

Saat dikonfirmasi, Kepala SMAN 5 Purwokerto, Erlien Retnoviyanti membenarkan adanya persoalan keuangan usai acara yang digekar pada Sabtu (6/9/2025). Namun di balik itu, acara berlangsung lancar dan meriah.

"Acara berlangsung sukses, lancar, dan meriah. Namun pasca kegiatan ada hal yang membuat kami terkejut, ternyata ada biaya yang masih belum terbayarkan," ujar Erlien, dikutip dari Kompas.com.

Namun jumlah yang disebutkan tak sebesar yang beredar di media sosial. Pelaku diketahui berinisial PKMP yang saat ini duduk di kelas 12. Lantas bagaimana kronologinya?

Kronologi Ketua OSIS SMA di Purwokerto Diduga Gelapkan Dana Konser

Berdasarkan informasi dari siswa yang menjadi panitia, ditemukan kekurangan pembayaran panggung sebesar Rp 19 juta dan pembayaran banner senilai Rp 577.000. Menurut Erlien, uang yang digunakan bukan dikelola oleh bendahara, melainkan oleh ketua OSIS.

"Jadi uang yang semestinya dikelola oleh bendahara OSIS, malah dipegang dan disimpan di rekening pribadi oleh ketua OSIS," jelas Erlien.

Pada awalnya, acara ulang tahun sekolah bertajuk Smalazone digelar pada Sabtu (6/9/2025). Acara pun berlangsung lancar.

Namun setelah acara selesai, pihak sekolah justru mendapatkan tagihan tunggakan pembayaran dari vendor panggung dan banner. Kekurangan yang ada mencapai belasan juta rupiah.

"Ada kekurangan pembayaran Rp 19 juta untuk panggung dan Rp 577 ribu untuk banner," ungkap Erlin.

Baca Juga: Kronologi Penyerangan Satu Keluarga di Pacitan, Pelaku Kabur ke Hutan hingga 6 SD Diliburkan