Grid.ID - Pemain padel kini semakin menarik perhatian di berbagai negara karena olahraga ini terus berkembang pesat. Tidak sedikit penggemar olahraga raket ini bertanya-tanya apakah tinggi badan berpengaruh terhadap performa di lapangan.
Patut diketahui, permainan padel berbeda dari tenis maupun squash. Lapangan padel lebih kecil, dinding menjadi bagian dari permainan, dan selalu dimainkan ganda.
Karena itu, yang paling penting dari padel bukan sekadar kekuatan. Reaksi cepat, kerja sama tim, dan strategi pintar lebih menentukan.
Dalam banyak sesi latihan, pelatih menekankan bahwa pemain padel bisa sukses dengan berbagai postur tubuh. Lantas, apa baik dan buruknya jika pemain padel bertubuh tinggi? Lalu bagaimana dengan pemain bertubuh pendek?
Keuntungan Pemain Padel yang Tinggi
Mengutip Club Padel, Minggu (21/9/2025), pemain padel yang tinggi biasanya memiliki jangkauan lebih luas. Mereka bisa menjangkau bola sulit, terutama di dekat net atau saat mengejar lob.
Tinggi badan juga memberi keuntungan saat melakukan smash. Bola dipukul dari titik lebih tinggi sehingga lebih bertenaga dan tajam. Selain itu, mereka bisa lebih menguasai area net dan membuat lawan kesulitan melewati mereka.
Kekurangan Pemain Padel yang Tinggi
Namun, tinggi badan juga membawa tantangan. Pemain padel yang tinggi sering kesulitan menghadapi bola rendah.
Mereka harus membungkuk lebih banyak sehingga gerakannya bisa melambat. Footwork juga bisa jadi masalah, karena permainan padel membutuhkan langkah pendek dan reaksi cepat. Selain itu, lawan bisa menargetkan tubuh mereka di dekat net, yang kadang sulit diantisipasi.
Keuntungan Pemain Padel yang Pendek
Pemain padel bertubuh pendek justru punya kelebihan lain. Mereka biasanya lebih cepat bereaksi. Gerakan mereka lincah dan mudah berubah arah, cocok untuk bertahan maupun menyerang di dekat net.