Grid.ID - Mengabadikan momen saat berada di suatu tempat yang lucu tentu merupakan suatu keharusan bagi sebagian orang.
Apalagi bagi anak millennials yang tak mau ketinggalan jika melihat sesuatu yang menarik.
Memang tak ada salahnya berfoto atau selfie, tapi ada yang harus diperhatikan.
Misalnya tempat yang akan dijadikan sebagai objek, hal ini sangat penting diperhatikan.
Karena banyak orang yang mulai berani selfie di tempat ekstrem, guna mendapatkan hasil foto yang beda.
Justru tindakan menantang ini sangat berisiko bagi si pecandu selfie.
Seperti belum lama ini, insiden menimpa seorang remaja berinisial GES (16) yang tewas setelah terpeleset dari tebing di Pantai Balangan saat dirinya akan melakukan selfie, Jumat (29/6).
(Baca Juga: Semakin Mirip Ibunya, Ini 8 Potret Cantik Jizzy Pearl, Putri Semata Wayang Vino G Bastian)
Menurut Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja, GES jatuh dari ketinggian 30 meter saat dirinya berdiri di pinggir tebing.
Tubuh korban terhempas ke bibir pantai di mana air laut kala itu sedang surut.
Tentu saja, ini bukan kali pertama tren media sosial ini berakhir dengan hilangnya nyawa.
Banyak sekali kasus upaya selfie di seluruh dunia yang berujung insiden tragis.
Belakangan menurut para ahli, selfie menjadi 'petunjuk' bahwa seseorang mengalami gangguan mental.
| Penulis | : | Nailul Iffah |
| Editor | : | Nailul Iffah |