Grid.ID - Nama Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini tidak hanya dikenang melalui peringatan Hari Kartini, tetapi juga lewat karya monumental berupa kumpulan surat yang dikenal dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pemikiran emansipasi perempuan di Indonesia.

Awal Mula Terbitnya Buku

Kumpulan surat Kartini pertama kali diterbitkan pada tahun 1911. Buku tersebut disusun oleh J.H. Abendanon, yang saat itu menjabat sebagai pejabat di bidang kebudayaan dan pendidikan Hindia Belanda sekaligus sahabat pena Kartini.

Isi buku ini merupakan kumpulan korespondensi Kartini dengan rekan-rekannya di Belanda. Dalam surat-surat tersebut, ia menuangkan gagasan tentang kondisi sosial masyarakat pribumi, kritik terhadap sistem feodal dan kolonial, serta pentingnya pendidikan bagi perempuan.

Tak hanya itu, pemikiran Kartini juga menyentuh isu besar seperti nasionalisme, demokrasi, hingga kesadaran berbangsa, hal yang terbilang progresif pada masanya.

Isi dan Makna Surat-Surat Kartini

Surat-surat Kartini menjadi cerminan kegelisahan intelektual seorang perempuan di tengah keterbatasan budaya dan sosial. Ia menyoroti berbagai ketidakadilan, termasuk praktik pingitan, rendahnya akses pendidikan bagi perempuan, hingga kondisi rakyat di bawah penjajahan.

Melalui tulisan-tulisan tersebut, Kartini juga menawarkan gagasan tentang peran perempuan dalam masyarakat yang lebih setara. Pemikirannya inilah yang kemudian menjadi fondasi awal gerakan emansipasi wanita di Indonesia.

Riwayat Surat dan Penerbitan Ulang

Surat pertama Kartini diketahui ditulis pada 25 Mei 1899 dan ditujukan kepada Stella Zeehandelaar. Ia juga aktif berkirim surat dengan sejumlah tokoh lain seperti Nyonya Ovink-Soer, R.M. Abendanon-Mandri, hingga kalangan akademisi Eropa.

Sementara itu, surat terakhirnya tertanggal 7 September 1904, tak lama sebelum ia wafat. Secara keseluruhan, buku ini memuat sekitar 106 surat yang telah melalui beberapa kali cetakan dan penyempurnaan.

Baca Juga: Sejarah Peringatan Hari Kartini di Indonesia yang Selalu Jatuh Setiap Tanggal 21 April, Ternyata Ini Alasannya

Halaman Selanjutnya

Source : Tribunnews.com,KOMPAS.com
Penulis : Siti M
Editor : Siti M

Tag Popular

#berita artis hari ini

#Pajak

#teuku ryan

#meninggal dunia

#pernikahan

#Indonesia

#gubernur jabar

#harimau

#Denada

#gajah sumatera