Grid.ID - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ditetapkan sebagai tersangka dugaan penganiayaan. ASN BPK tersebut diduga menganiaya asisten rumah tangga (ART) di kediamannya di Gunungputri, Bogor.
Kasus penganiayaan terhadap ART di Gunungputri, Bogor dipicu oleh masalah sepele. Perkara masakan, seorang majikan nekat menganiaya ARTnya hingga mengalami sejumlah luka-luka.
Korban yang merupakan yatim piatu asal Medan itu diiming-imingi pekerjaan di Jakarta, namun berakhir disiksa. Pelaku pun telah ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (19/2/2026).
Melansir Tribunnewsbogor.com, Olfit Ariani Purba seorang ASN BPK menyiksa ARTnya, Fitri pada Kamis (22/1/2026). Peristiwa tersebut terjadi di kediaman pelaku di Perumahan Villa Nusa Indah, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.
Fitri sudah membuat laporan pada Jumat (23/1/2026), namun polisi baru menetapkan Olfit sebagai tersangka pada Kamis (19/2/2026). Kasatres PPA dan PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri mengatakan Fitri disiksa karena mematikan kompor ketika Olfit sedang memasak.
"Jadi pelaku ini sedang memasak di dapur lalu tidak sengaja kompornya dimatikan oleh korban dan mengakibatkan pelaku marah sehingga melakukan kekerasan terhadap korban. Itu berdasarkan keterangan korban," katanya.
Olfit kemudian melakukan tindak kekerasan terhadap Fitri dengan cara mencubit, memukul, sampai menendang. Akibatnya korban mengalami luka di bagian kuping, kepala, perut, sampai punggung. Menurut Silfi, korban sudah menjalani visum di RSUD Cibinong.
"Kalau untuk luka yang kemarin sudah divisum itu ada di bagian kepala, ada di bagian telinga, tangan dan juga punggung korban," katanya.
Kombes Manang Soebeti mengungkap kondisi luka yang dialami korban. Tampak di foto, korban mengalami luka parah di punggung, perut, kepala, dan tangan.
"Kuping kanan dan kiri bangkak parah ditonjok pake tangan. Entah tenaaga cewe apa dia bisa sampe separah ini nonjok anak orang," tulis dalam keterangan foto. Lalu tangan korban dipukuli menggunakan centong.
"Dari ujung kepala sampai kaki habis dipukulin pakain centong sayur besi," tulisnya.
| Source | : | Tribunnews.com,TribunnewsBogor.com |
| Penulis | : | Desy Kurniasari |
| Editor | : | Desy Kurniasari |