Grid.ID - Terapi berbasis hormon menjadi salah satu pendekatan medis yang digunakan dalam penanganan penurunan berat badan, khususnya pada kondisi obesitas.
Salah satu terapi yang kini banyak digunakan adalah GLP-1, yang awalnya dikembangkan untuk membantu mengontrol kadar gula darah.
Terapi GLP-1 merupakan pendekatan medis yang memanfaatkan hormon alami tubuh untuk membantu mengatur rasa lapar dan metabolisme energi.
GLP-1 atau Glucagon-Like Peptide-1 diproduksi oleh usus setelah makan dan berperan memberi sinyal rasa kenyang ke otak.
Dalam praktik medis, terapi ini menggunakan obat yang meniru cara kerja hormon GLP-1, salah satunya semaglutide.
Zat ini membantu memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama dan asupan makan dapat berkurang secara bertahap.
Karena mekanismenya bekerja langsung pada sistem tubuh, terapi GLP-1 hanya dapat digunakan dengan resep dan pengawasan dokter.
Baca Juga: Demi Film CAPER, Amanda Manopo Rela Naikkan Berat Badan 14 Kilogran dan Ubah Penampilan
Siapa yang bisa menggunakan terapi ini?
Seperti dijelaskan sebelumnya, terapi dengan semaglutide umumnya direkomendasikan bagi individu dengan obesitas atau kelebihan berat badan yang disertai kondisi medis tertentu, seperti diabetes melitus tipe dua atau risiko penyakit kardiovaskular.
Namun dalam banyak kasus, terapi ini bisa dipertimbangkan ketika perubahan pola makan dan aktivitas fisik belum memberikan hasil yang optimal.
Meski demikian, penggunaannya tidak dilakukan secara sembarangan.