Grid.ID - Inilah sosok Marvel Rasendria Herdian, bocah inspiratif yang mengharumkan nama Indonesia lewat ajang olimpiade tingkat internasional. Ternyata ada kisah unik di balik prestasinya.
Cerita ini tidak dimulai dari mimpi besar menjadi juara dunia. Awalnya justru sangat sederhana dan terasa dekat dengan kehidupan banyak anak: lebih suka nonton dan main gim daripada fokus mengerjakan tugas sekolah.
Bagi Marvel Rasendria Herdian, yang saat itu duduk di kelas 2 SD, momen ini menjadi perkenalannya dengan “hukuman positif”. Bukan berupa larangan atau penyitaan gawai, tetapi ajakan mencoba olimpiade internasional sebagai cara menyalurkan energi dan rasa ingin tahunya ke tantangan baru yang lebih terarah.
Tanpa ekspektasi apa pun, Marvel mengikuti Asia International Mathematical Olympiad (AIMO). Ia mengerjakan soal, belajar dari prosesnya, dan tidak terlalu memikirkan hasil. Namun dari langkah pertamanya itu, Marvel justru meraih medali emas dan lolos ke babak final internasional di Malaysia.
Ketika Pintar Saja Tidak Selalu Cukup
Di babak final AIMO, Marvel menghadapi pengalaman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Dari lebih dari 2.000 peserta internasional, hanya sekitar 20 peserta berasal dari Indonesia. Jumlah kontingen, suasana kompetisi, dan sorakan dari negara lain sempat membuatnya merasa gugup.
Di sekolah, Marvel dikenal sebagai siswa dengan prestasi akademik yang sangat baik. Namun dari pengalaman ini, ia mulai memahami bahwa olimpiade bukan hanya tentang kemampuan akademik, melainkan juga tentang mental, keberanian, dan kesiapan berada di ruang yang jauh lebih besar.
Satu momen yang paling membekas adalah ketika para pemenang berdiri di atas panggung sambil mengibarkan bendera negara masing-masing. Dari sana, Marvel memiliki keinginan sederhana: ingin terus membawa Merah Putih di panggung internasional.
Menjalani Proses, Pelan-Pelan
Sejak saat itu, Marvel mulai rutin mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional. Ia belajar mengatur waktu, mengurangi waktu bermain, dan membiasakan diri berlatih, termasuk saat libur sekolah.
Namun baginya, proses ini tidak selalu tentang menang, melainkan tentang belajar konsisten dan memahami kemampuan diri sendiri.
Baca Juga: Profil Tipi Jabrik, Kakak Luna Maya yang Pernah Ikut Olimpiade Tokyo 2020, Kariernya Cemerlang
| Penulis | : | Grid |
| Editor | : | Nindya Galuh Aprillia |