Grid.ID - Mantan personel grup vokal CherryBelle, Sarwendah, baru saja menyelesaikan pemeriksaan sebagai saksi korban dalam kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik. Pemeriksaan tersebut berlangsung di Polda Metro Jaya pada Jumat (30/1/2026) dan berkaitan dengan konten yang diduga mengandung hoaks serta fitnah yang disebarkan melalui media sosial, khususnya TikTok.
Kasus ini dilaporkan oleh Ruben Onsu yang juga merupakan mantan suami Sarwendah. Keduanya merasa sangat dirugikan akibat beredarnya konten dari sebuah akun TikTok bernama vina.run, yang menjadi viral dan menimbulkan dampak serius, baik secara personal maupun terhadap keluarga mereka.
Usai menjalani pemeriksaan, Sarwendah menyampaikan harapannya agar proses hukum yang berjalan dapat memberikan efek jera bagi pelaku.
"Ya semoga dengan tindakan ini bisa semakin jera," ujar Sarwendah di Polda Metro Jaya pada Jumat (30/1/2026).
Kuasa hukum Sarwendah, Christ Sam Siwu, menjelaskan bahwa kliennya hadir sebagai saksi korban atas laporan yang telah dibuat sebelumnya. Ia menegaskan bahwa konten yang disebarkan akun tersebut telah menimbulkan kerugian yang nyata.
"Jadi ini adalah laporan dari RO (Ruben Onsu). Kami sebagai klien kami sebagai saksi korban. Bagaimana saksi korban ini adalah pihak yang sangat dirugikan terhadap viralnya akun ini, akun TikTok 'vina.run'. Yang mana tadi sudah ditanyakan kepada klien kami seputar kurang lebih 16 pertanyaan. Lalu juga kami berbicara dengan penyidik juga, kami sangat berharap bahwa pelakunya bisa ditemukan," ujar Christ Sam Siwu.
Dalam pemeriksaan tersebut, Sarwendah dicecar sekitar 16 pertanyaan oleh penyidik. Pertanyaan-pertanyaan itu berkaitan dengan dampak yang ditimbulkan akibat penyebaran informasi di media sosial serta konteks konten yang dianggap mencemarkan nama baik dan melanggar privasi.
"Memang progres dari kasus ini juga sudah cukup baik. Jadi akun 'vina.run' ini sudah dipanggil juga, sudah diperiksa. Tapi kita serahkan semuanya nanti bagaimana hasil akhirnya kepada pihak penyidik," sambungnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihak keluarga berharap pelaku dapat segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Menurutnya, langkah hukum ini bukan semata untuk kepentingan pribadi, melainkan juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Pihak Sarwendah juga menyampaikan pesan tegas kepada publik agar tidak lagi menyebarkan hoaks, fitnah, maupun informasi yang belum tentu kebenarannya, terutama jika disebarkan melalui platform digital seperti TikTok dan YouTube.
"Yang pasti kami berpesan kepada semua pihak, jangan lagi melakukan hoaks-hoaks, jangan lagi melakukan fitnah-fitnah melalui media sosial ataupun hal-hal baik TikTok maupun YouTube. Itu akan kami laporkan, terutama apalagi yang menyangkut soal anak ya," ujarnya.
Sebelumnya, Ruben Onsu sempat mengungkapkan kekesalannya di Instagram terhadap akun TikTok @vina.run. Diduga akun tersebut membuat postingan yang mengusik Ruben Onsu dan putrinya, Thalia Putri Onsu.
Akun @vina.run sendiri membuat beberapa video yang menyenggol Sarwendah juga putrinya, Thalia Putri Onsu. Dimana akun itu membuat narasi Sarwendah mengaku bahwa putri sulungnya bukanlah anak Ruben Onsu melainkan pria lain. (*)
| Penulis | : | Christine Tesalonika |
| Editor | : | Desy Kurniasari |