Grid.ID - Polemik rumah tangga antara Wardatina Mawa, Insanul Fahmi, dan Inara Rusli masih terus diperbincangkan publik. Isu ini mencuat akibat dugaan perselingkuhan antara Insanul Fahmi dan Inara Rusli.
Dugaan tersebut membuat Wardatina Mawa, sebagai istri sah Insanul Fahmi, melaporkan keduanya ke pengadilan. Situasi semakin memanas setelah Insanul Fahmi dan Inara Rusli mengaku telah menikah siri.
Untuk memperbaiki keadaan tersebut, Wardatina Mawa mengajukan dua syarat kepada Insanul Fahmi. Syarat pertama adalah permintaan maaf secara terbuka kepada Mawa dan keluarganya.
Syarat kedua yang diajukan Mawa adalah permintaan bukti pernikahan antara Insanul Fahmi dan Inara Rusli. Kedua syarat tersebut dimaksudkan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas polemik yang terjadi.
Melalui akun Instagram @insanulfahmi, Insanul Fahmi akhirnya memenuhi syarat pertama yang diajukan oleh Mawa. Ia mengunggah pernyataan permintaan maaf secara terbuka kepada istrinya dan keluarga.
“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Insanul Fahmi melalui pernyataan ini dengan segala kerendahan hati dan kesadaran penuh sebagai manusia yang tidak luput dari dosa. Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada istri saya, Wardatina Mawa beserta ibu dan ayah juga keluarga besar tentunya yang saya hormati,” ungkapnya.
Dalam pernyataannya, Insanul mengakui kesalahan yang telah ia perbuat. “Saya menyadari sepenuh bahwa kekhilafan dan kelalaian saya selama ini telah menorehkan luka yang cukup dalam. Saya sadar, saya telah menghancurkan kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun serta menimbulkan kegaduhan yang membebani istri dan keluarga besar,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan penyesalan mendalam atas tindakannya yang membuat kegaduhan ini terjadi. “Dari lubuk hati terdalam, saya mengakui penyesalan saya. Saya menyesal telah gagal menjaga amanah dan kehormatan rumah tangga kami, saya menyesal telah membiarkan ego saya melukai banyak pihak,” tuturnya.
Insanul menyadari bahwa permintaan maaf tidak serta-merta menghapus luka yang ada. “Saya paham berjuta kata maaf mungkin tidak cukup untuk menghapus air mata dan rasa sakit yang telah timbul. Namun, izinkan permohonan maaf ini menjadi Langkah awal saya untuk mengakui kesalahan saya secara jantan tanpa tapi dan tanpa pembelaan,” katanya.
Pria kelahiran Medan ini juga menegaskan bahwa tidak ada pihak lain yang patut disalahkan atas polemik ini, dan semua yang terjadi adalah murni salahnya. “Saya tegaskan di sini tidak ada pihak lain yang patut disalahkan selain diri saya sendiri. Segala kekacauan ini adalah murni tanggung jawab saya sebagai laki-laki,” tegasnya.
“Kepada Mawa, saya menghormati sepenuhnya apapun perasaan dan keputusanmu saat ini. Saya sadar butuh waktu yang tidak sebentar untuk memulihkan hati yang terluka,” lanjutnya.
| Source | : | |
| Penulis | : | Gemma Ramadhina Zaneta |
| Editor | : | Nesiana |