Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi minta setiap desa di Jabar punya serum anti bisa ular. Menurut Dedi, hal ini menjadi prioritas terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan gigitan ular atau daerah endemik.
Hal itu diungkap Dedi Mulyadi saat berdiskusi bersama jajaran PT Bio Farma di kediaman pribadinya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Senin (19/1/2026). Dedi Mulyadi meminta agar Bio Farma ikut membantu memenuhi kebutuhan serum anti bisa ular di Jawa Barat.
Dedi menyebut masalah gigitan ular jadi ancaman serius terutama di kawasan pegunungan dan kawasan hutan yang lebat. Oleh karena itu, menurutnya pecegahan ini sangat penting terutama bagi warga yang sehari-hari bekerja di sawah dan kebun.
"Dan sekarang yang kita lagi pesen-pesen benar adalah seerum antibisa ular."
"Orang Sunda yang paling bahaya tiga, yakni 1. oray gibuk atau ular tanah 2. oray welang atau ular weling, yang nomor 3. ular kobra," ucap Dedi dikutip dari Instagramnya yang telah dikonfirmasi ulang Kompas.com, Senin (19/1/2026).
Dedi menilai perlu adanya sistem produksi yang terintegrasi, termasuk melalui penangkaran ular sebagai sumber utama bisa. Hal itu dilakukan untuk menjamin ketersediaan serum secara bekelanjutan.
"Mudah-mudahan dan selanjutnya Harus ada yang melihara ular Menetaskan, menernakan," katanya.
Untuk mewujudkan program ini, Dedi ingin berkolaborasi dengan banyak pihak. Beberapa pihak itu seperti pegiat konservasi dan dukungan dana corporate social responsibility (CSR).
Tak hanya itu, Dedi juga ingin meminta bantuan pegiat reptil Panji Petualang untuk dilibatkan dalam pengembangan ini, termasuk penyediaan hewan uji laboratorium.
"Panji (Panji Petualang) kamu menjadi salah satu mitra ya nanti ya disupport oleh CSR Bio Farma untuk mengembangkan peternakan ular agar nanti bisanya banyak, terus termasuk disitu harus ada apa namanya tikus putih kerjasama untuk tikus putih kelinci percobaan," tutur Dedi.
| Source | : | Kompas.com,TribunJabar.id |
| Penulis | : | Widy Hastuti Chasanah |
| Editor | : | Widy Hastuti Chasanah |