Grid.ID - Memasuki tahun baru 2026, media sosial diramaikan dengan perbincangan mengenai penyakit yang disebut super flu. Isu ini menjadi viral karena disebut-sebut memiliki gejala mirip Covid-19, bahkan diklaim lebih parah.

Kekhawatiran publik meningkat seiring banyaknya unggahan yang membandingkan super flu dengan pandemi virus corona beberapa tahun lalu. Fenomena ini muncul bertepatan dengan tahun baru 2026, saat aktivitas masyarakat kembali padat usai libur panjang.

Namun, pemerintah dan pakar kesehatan menegaskan bahwa super flu bukanlah penyakit baru yang berbahaya. Masyarakat diminta tetap tenang, waspada, dan memahami informasi medis secara utuh.

Apa Itu Super Flu yang Viral di Tahun Baru 2026?

Isu super flu yang ramai dibicarakan di tahun baru 2026 merujuk pada influenza tipe A subvarian H3N2 dengan subclade K. Subclade K merupakan varian baru yang pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025. Meski disebut sebagai varian baru, para pakar menegaskan virus ini bukanlah virus yang sepenuhnya baru, melainkan hasil mutasi dari virus influenza yang sudah lama beredar.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa influenza A (H3N2) masih tergolong flu musiman atau flu biasa. Peningkatan kasus di sejumlah negara dipengaruhi oleh musim dingin, terutama di negara empat musim. Oleh karena itu, lonjakan kasus super flu di awal tahun baru 2026 tidak lepas dari faktor cuaca dan mobilitas masyarakat global.

Tidak Lebih Berbahaya dari Covid-19

Isu yang menyebut super flu lebih berbahaya dibanding Covid-19 turut memicu keresahan di tahun baru 2026. Covid-19 sendiri sempat menjadi wabah global yang mengguncang Indonesia sejak awal 2020, bahkan memaksa pemerintah menerapkan kebijakan lockdown selama hampir dua tahun. Namun, Menkes menegaskan super flu tidak memiliki tingkat bahaya seperti Covid-19.

Menurut Budi Gunadi Sadikin, influenza A (H3N2) umumnya dapat sembuh sendiri jika daya tahan tubuh seseorang baik. Penularannya terjadi melalui udara, sehingga penggunaan masker saat sakit flu tetap dianjurkan. Penanganannya pun sama seperti flu biasa, yakni dengan menjaga imunitas tubuh melalui pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan olahraga teratur.

Dokter spesialis paru Prof. Agus Dwi Susanto menegaskan bahwa istilah super flu sebenarnya tidak dikenal dalam dunia medis. Istilah tersebut muncul di masyarakat karena virus ini menyebar cepat dan menimbulkan gejala yang terasa lebih berat. Gejalanya dapat berupa demam tinggi, nyeri otot hebat, batuk kering, dan sakit kepala.

Meski keluhannya bisa terasa lebih berat dibandingkan Covid-19 saat ini yang cenderung ringan, Prof. Agus menegaskan kondisinya tidak separah Covid-19 pada awal pandemi. Ia mengimbau masyarakat di tahun baru 2026 agar tidak panik, tetap waspada, menjaga daya tahan tubuh, menerapkan perilaku hidup bersih, menggunakan masker, melakukan vaksinasi influenza, dan segera berobat jika gejala memburuk.

Baca Juga: Tahun Baru 2026 Usianya Akan Menginjak 25, Amel Carla Lebih Fokus Ingin Lanjutkan Hal Ini daripada Menikah

Halaman Selanjutnya
Logo Parapuan
Butuh lebih banyak inspirasi dan berita khusus untuk Puan?
Klik di Sini

Source : Kompas.com,Tribunnews Sultra
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#anak

#pegawai

#Indonesia

#meninggal dunia

#maia estianty

#Lucinta Luna