Grid. ID - Artis ternama Indonesia, Marshanda, kembali membagikan pandangannya yang menarik mengenai dunia seni peran dan kesehatan mental. Saat berkunjung ke kantor Grid.ID di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat, pada hari Rabu (17/12/2025), Marshanda menceritakan bagaimana ia memandang pekerjaannya.
Bagi ibu satu anak ini, berakting bukan sekadar profesi untuk mencari nafkah, melainkan juga sebuah metode healing atau penyembuhan diri yang ampuh. Dalam kesempatan tersebut, Marshanda mengungkapkan bahwa dunia akting memberinya ruang yang sangat luas untuk berekspresi.
Ia merasa bahwa seni peran adalah saluran yang tepat untuk menumpahkan segala hasrat dan kreativitas yang dimilikinya. Baginya, menyalurkan hobi dan passion adalah salah satu kunci kebahagiaan.
"Ya mungkin healing bisa kali ya. Karena itu membuat aku bisa nge-channel passion aku dalam dunia seni, khususnya acting," ujar Marshanda di kantor Grid.ID di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat pada Rabu (17/12/2025).
Lebih lanjut, Marshanda menjelaskan bahwa ekspresi diri adalah hal yang mahal dan penting bagi setiap orang. Melalui akting, ia bisa menyalurkan sisi kreatif dan ekspresifnya tanpa batas. Hal ini menunjukkan bahwa panggung hiburan, khususnya seni peran, menjadi taman bermain yang membebaskan bagi jiwanya yang artistik.
"Jadi bisa tersalurkan lah gitu keekspresifan dan kekreatifan aku," tambahnya.
Banyak orang mungkin berpikir bahwa berakting, terutama memerankan adegan yang berat dan emosional, akan menguras energi mental. Namun, Marshanda justru merasakan sebaliknya.
Ia merasa bahwa mendalami karakter dengan emosi yang mendalam malah menjadi benteng yang menjaga kewarasan dan kesehatan mentalnya. Ini adalah sebuah paradoks yang unik: dengan berpura-pura menjadi orang lain dan merasakan emosi mereka, ia justru menemukan kestabilan dalam dirinya sendiri.
"Justru aku ngerasa ketika aku lagi berakting, atau dalam adegan-adegan yang mengharuskan aku merasakan dengan dalam, itu malah menjaga kesehatan mental aku sesungguhnya," ungkap Marshanda.
Marshanda juga menyoroti kebiasaan banyak orang yang sering kali berpura-pura bahagia. Menurutnya, tuntutan sosial untuk selalu terlihat "baik-baik saja" dan "happy" setiap saat justru bisa menjadi racun bagi pikiran.
Memaksakan diri untuk tersenyum saat hati sedang terluka adalah beban yang berat dan, menurut Marshanda, tidak sehat secara mental dalam jangka panjang.
| Penulis | : | Christine Tesalonika |
| Editor | : | Nesiana |