Grid.ID - Simak profil Raja Juli, Menteri Kehutana yang dikritik usai banjir Sumatra. Dulu sempat viral usai kepergok main domino bareng tersangka pembalakan liar.
Seperti diketahui, Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni dikritik usai banjir dan longsor melanda wilayah Sumatra. Ia dikritik lantaran menyebut banjir Sumatra jadi momen yang tepat untuk evaluasi tata kelola hutan.
Ia menyebut kementriannya akan melakukan introspeksi terhadap kebijakan yang selama ini dijalankan. Meski begitu, pernyataan tersebut tetap membuat publik makin kecewa.
Publik menilai banjir dan longsor di Sumatra terjadi karena pembalakan liar. Hal itu diketahui dari banyaknya kayu gelondongan yang ikut terseret arus banjir.
Namanya banjir kritikan usai banjir Sumatra, lantas seperti apa profil Raja Juli, sang Menteri Kehutanan tersebut? Simak penjelasannya.
Profil Raja Juli
Raja Juli Antoni merupakan Menteri Kehutanan (Menhut) di Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebelum jadi Menhut, Raja Juli sempat ditunjuk sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia (2022-2024) pada era pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi.
Melansir Tribun-Timur.com, Raja Juli adalah alumni Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat. Ia meraih gelar sarjana Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari IAIN Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta) pada tahun 2001 dengan skripsi berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci.
Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan masternya di The Department of Peace Studies, Universitas Bradford, Inggris, setelah mendapatkan beasiswa Chevening Award pada tahun 2004, dan menyelesaikannya dengan tesis yang berjudul The Conflict in Aceh: Searching for A Peaceful Conflict Resolution Process.
Lalu, dengan beasiswa dari Australian Development Scholarship (ADS) pada tahun 2010, Raja Juli meneruskan studi doktoral di School of Political Science and International Studies pada Universitas Queensland, Australia. Tak hanya itu, Raja Juli juga pernah dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Maarif Institute yang didirikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif.
| Source | : | Tribunnews.com,Tribun-Timur.com |
| Penulis | : | Widy Hastuti Chasanah |
| Editor | : | Widy Hastuti Chasanah |