Grid.ID - Asal usul Sinterklas, sosok yang kerap muncul saat perayaan Natal. Apakah benar dia berasal dari Kutub Utara?

Sinterklas selalu menjadi salah satu tokoh yang paling ditunggu saat perayaan Natal. Kehadirannya identik dengan hadiah, keceriaan, dan suasana hangat yang memenuhi akhir tahun.

Meski sangat populer, banyak orang belum mengetahui dari mana asal-usul sosok Sinterklas sebenarnya. Perjalanan panjangnya dari cerita lama hingga menjadi ikon Natal modern membuatnya terus menarik untuk dibahas.

Santa Claus biasanya digambarkan mengenakan pakaian merah putih, berjanggut putih panjang, bertubuh besar, dan tinggal di Kutub Utara. Selain itu, Santa juga dipercaya mengendarai kereta salju yang ditarik rusa pada malam Natal.

Dia disebut-sebut turun ke rumah-rumah melalui cerobong asap untuk meninggalkan kado secara diam-diam. Melansir dari Kompas.com, asal-usul Santa Claus berakar pada cerita mengenai seorang biarawan bernama Saint Nicholas atau St. Nicholas.

Tokoh ini hidup sekitar tahun 280 Masehi di wilayah Myra, sebuah kota kecil Romawi yang kini termasuk Turki. Menurut berbagai kisah, St. Nicholas dikenal sangat dermawan dan religius sehingga dia menyerahkan seluruh warisannya dan berkeliling desa untuk membantu warga miskin serta orang sakit.

Salah satu kisah terkenal menyebutkan bahwa St. Nicholas pernah menolong tiga gadis miskin yang hampir dijual sebagai budak oleh ayah mereka, dengan memberikan mahar agar mereka bisa menikah. Dia juga dipercaya sebagai pelindung anak-anak dan sosok pemberi hadiah.

Ada pula cerita bahwa St. Nicholas pernah mengungkap kejahatan seorang penjaga penginapan yang membunuh tiga anak laki-laki dan menyembunyikan jasad mereka, kemudian membangkitkan ketiganya kembali. Walaupun St. Nicholas sering dikaitkan dengan Santa Claus, sebenarnya keduanya memiliki gambaran yang berbeda.

Di Eropa, St. Nicholas dikenal sebagai seorang uskup berjanggut yang mengenakan jubah resmi gereja. Dia meninggal pada 6 Desember sekitar tahun 343 Masehi, dan tanggal wafatnya dianggap sebagai hari keberuntungan untuk menikah atau berbelanja.

Menjelang akhir abad ke-18, cerita tentang St. Nicholas mulai masuk ke budaya populer Amerika Serikat. Pada 1773 dan 1774, surat kabar di New York melaporkan adanya komunitas Belanda yang memperingati hari wafatnya St. Nicholas.

Nama Santa Claus sendiri berasal dari bahasa Belanda “Sint Nikolaas” yang kemudian disingkat menjadi “Sinter Klaas.” Citra Santa Claus modern mulai terbentuk melalui puisi bergambar berjudul The Children's Friend yang terbit pada 1821, yang makin menghubungkan tokoh ini dengan perayaan Natal.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Kado Natal 2025 untuk Teman Wanita, Simple dan Mudah Didapat!

Halaman Selanjutnya

Source : TribunJakrta.com,Kompas
Penulis : Faza Anjainah Ghautsy
Editor : Nindya Galuh Aprillia

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#dewi perssik