Grid.ID- Wanita Sukabumi yang jadi pengantin pesanan di China akhirnya pulang ke Indonesia. Ia disebut akan temui Dedi Mulyadi.

Seorang wanita asal Sukabumi yang jadi korban kasus "pengantin pesanan" di China akhirnya kembali ke Tanah Air. Reni Rahmawati (24), diketahui pulang ke Indonesia, pada Selasa (18/11/2025), setelah bercerai dengan suaminya yang merupakan warga negara China.

"KJRI Guangzhou melakukan upaya perlindungan secara optimal agar saudari RR dapat dipulangkan melalui koordinasi yang baik antara otoritas setempat dan otoritas di Indonesia," kata Konsul Jenderal RI di Guangzhou Ben Perkasa Drajat, dilansir dari Kompas.com.

Ben mengatakan bahwa setibanya di Tanah Air, Reni akan diberangkatkan ke Bandung untuk menemui Dedi Mulyadi. Dia kemudian membenarkan bahwa otoritas setempat telah resmi menerbitkan surat cerai Reni dan Tu Chao Ci, pada 13 November 2025.

"Besok, Selasa (18/11/2025), RR berangkat ke Bandung didampingi Konsul Konsuler KJRI Guangzhou, kemudian akan mampir ke Gubernur Jawa Barat Pak Dedi Mulyadi," ujar Ben.

“Dalam penyelesaian kasus ini, pada 10 Oktober 2025, KJRI Guangzhou telah memverifikasi langsung kondisi saudari RR dan tidak menemukan bukti kekerasan. Saya juga memimpin pertemuan dengan keluarga suami RR dan otoritas setempat hingga disepakati untuk mengakhiri pernikahan sesuai hukum setempat,” katanya.

Adapun, Reni diserahkan kepada Kepolisian Republik Indonesia yang diwakili Kompol Nirwan Fakaubun dari Divisi Hubungan Internasional dan AKP Ade Saepudin dari Polda Jawa Barat. Reni kemudian mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu kepulangannya.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Konjen dan staf KJRI Guangzhou atas upaya pemulangan saya," kata Reni dalam pernyataan tertulis.

Sementara itu, kasus wanita Sukabumi yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ini berawal saat korban dijanjikan bekeja sebagai asisten rumah tangga (ART) di China, dengan gaji Rp15-20 juta per bulan. Namun, alih-alih dipekerjakan sebagai ART, Reni justru dijual.

Dia menjadi korban modus "pengantin pesanan", yaitu praktik yang memperdagangkan perempuan Indonesia lewat perantara agen. Tawaran bekeja sebagai ART ini didapat Reni pada April 2025, dari kenalannya di media sosial.

Perempuan tersebut kemudian berangkat ke China pada 18 Mei 2025. Awalnya, dia sempat diajak ke Cianjur, kemudian ditampung di sebuah rumah di Bogor.

Baca Juga: Gebrakan Dedi Mulyadi Soal Tata Daerah Aliran Sungai, Gubernur Jabar Fokus Air sampai Penertiban Bangunan

Halaman Selanjutnya

Source : Tribunnnews.com,Kompas
Penulis : Faza Anjainah Ghautsy
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#anak

#pegawai

#Indonesia

#meninggal dunia

#maia estianty

#Lucinta Luna