Grid.ID - Kondisi kesehatan aktor Ammar Zoni sejak dipindahkan ke Lapas Nusakambangan semakin mengkhawatirkan keluarga dan kekasihnya, dokter Kamelia.
Dokter Kamelia memberikan gambaran suram tentang keadaan Ammar saat ini. Menurutnya, Ammar kini tengah dalam kondisi tidak baik.
"Oh iya emang sedang sakit. Om Jon (kuasa hukum) juga terakhir kemarin bilang keadaannya lagi nggak baik-baik aja," ungkap Dokter Kamelia pada Rabu (13/11/2025).
Kamelia menduga, kondisi ini dipicu oleh lingkungan tahanan yang sangat terbatas. Ammar jarang terpapar sinar matahari karena waktu yang diberikan untuknya keluar dari sel pun sangat singkat.
"Ya mungkin karena nggak di tiap hari nggak keluar kan, keluarnya dia tahunya juga satu jam katanya. Kurang vitamin D atau apa ya kan, kurang matahari gitu," jelasnya.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan bagi Kamelia adalah kondisi mental Ammar Zoni. Ia menekankan bahwa sejak awal, Ammar memiliki masalah mental karena menjadi penyalahguna narkotika.
Penempatan di lapas dengan keamanan maksimum seperti Nusakambangan pun berpotensi memperburuk keadaan mentalnya secara signifikan.
"Dia penyalahguna aja kan psikisnya udah terganggu, gimana dia di sana gitu kan. Itu sih yang disayang-sayangkan," tutur Kamelia.
Karena kondisi tersebut, pihak keluarga dan kuasa hukum terus berjuang agar Ammar dapat dipindahkan kembali ke Jakarta untuk menjalani proses persidangan yang lebih adil dan manusiawi.
Kasus ini bermula dari dugaan keterlibatan Ammar dalam peredaran sabu, ganja, dan ekstasi di Rutan Salemba, bersama lima orang lainnya, yakni Asep Bin Sarikin, Ardian Prasetyo Bin Arie Ardih, Andi Muallim, Ade Candra Maulana, dan Muhammad Rivaldi.
Dalam dakwaan, jaksa menyebut Ammar sempat menerima 100 gram sabu dari seseorang bernama Andre (DPO) pada Desember 2024, dan sebagian dari barang tersebut diedarkan di dalam tahanan.
Ammar dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat. (*)
| Penulis | : | Ragillita Desyaningrum |
| Editor | : | Nesiana |