Grid.id - Hari ini, Sinuhun Pakubuwono XIII akan dimakamkan di Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Bagaimana kisah kusir kereta jenazah Pakubuwono XIII?
Raja Keraton Kasunanan Surakarta meninggal dunia pada Minggu (2/11/2025) pada pukul 07.30 WIB di RS Indriati, Solo Baru. Setelah disemayamkan selama 3 hari, Sinuhun akan dimakamkan hari ini.
Ialah Pangarso Dalem KP Setyanto Nagoro yang akan menjadi kusir kereta jenazah yang bertugas dalam kirab hari ini. Melansir dari Tribun Solo, ia memberikan kisahnya saat ditunjuk sebagai kusir.
Pangarso Dalem KP Setyanto Nagoro mengaku tak sempat menjalani ritual dan puasa mutih. Ia mengaku waktunya begitu mendesak dalam acara ini.
“Waktunya mendesak, tidak ada ritual. Langsung saja,” ujar kusir kereta jenazah Pakubuwono XIII itu.
Menurutnya, seharusnya ada ritual untuk puasa mutih terlebih dulu selama 7 hari. Puasa mutih dalam adat Jawa ialah momen ketika seseorang hanya diperbolehkan makan dan minum makanan atau minuman yang berwarna putih seperti nasi putih dan air saja.
Ritual puasa mutih dalam adat Jawa bukan hanya sekadar syarat atau tradisi. Ritual ini juga menjadi cara khusus untuk menenangkan diri sebelum menjalankan tugas tersebut.
“Sebetulnya kalau pakai kereta di dalam itu khususnya ada ritual. Biasanya puasa mutih tujuh hari," lanjutnya lagi.
Pangarso Dalem KP Setyanto Nagoro mengaku mendapatkan mandat khusus dari pihak keraton sebagai pengemudi kereta yang akan membawa jenazah Sinuhun selama kirab hari ini. Diketahui, ada 8 ekor kuda yang akan menarik kereta utama.
Selain itu, ada pula 3 kereta lain di belakang yang berfungsi untuk membawa udik-udik dan juga pernah pernik. Total, ada 16 kuda yang akan beriringan dalam kirab yang dimulai pada pukul 09.00 WIB di Alun-alun Kidul Solo nanti.
“Saya kebetulan pangarso sesepuh kereta dan kuda. Besok saya yang jadi pengendali. Perintah dari keraton sudah sejak Minggu,” lanjutnya.
| Source | : | kompas,Tribun Solo |
| Penulis | : | Irene Cynthia |
| Editor | : | Irene Cynthia |