Grid.ID - Cari rekomendasi film drama keluarga yang menyentuh hati? Film Sentimental Value mungkin cocok jadi pilihan untuk tontonanmu, Sobat Grid! Berikut ini sinopsis film Sentimental Value.
Sinopsis film karya sutradara Joachim Trier ini punya jalan cerita yang sederhana namun menggambarkan kompleks trauma masa kecil. Kabar baik, film asal Norwegia ini akan ditayangkan di bioskop Indonesia, loh!
Film ini telah mencuri perhatian dunia sejak pemutaran perdananya dalam kompetisi utama Festival Film Cannes 2025 pada 21 Mei 2025 lalu.
Di ajang tersebut, 'Sentimental Value' tidak hanya berkompetisi untuk Palme d'Or, tetapi juga mendapatkan standing ovation selama 19 menit. Ini menjadi salah satu momen paling emosional dalam sejarah festival.
Sinopsis Film Sentimental Value
"Sentimental Value" mengisahkan tentang dua saudari, Nora (diperankan oleh Renate Reinsve) dan Agnes (Inga Ibsdotter Lilleaas), yang tengah berduka setelah kehilangan ibu mereka.
Momen duka ini memaksa mereka untuk kembali berhadapan dengan ayah mereka, Gustav Borg (Stellan Skarsgård), seorang sutradara ternama yang telah lama meninggalkan keluarga pasca perceraian.
Pertemuan kembali ini membuka luka lama. Gustav, yang karismatik namun egois, bersikap seolah tidak ada masalah di antara mereka, gagal memahami rasa sakit yang masih membekas di hati putri-putrinya.
Ia bahkan menawarkan Nora, yang kini menjadi seorang aktris teater, untuk membintangi film terbarunya yang bersifat semi-otobiografis. Lokasi syuting film tersebut adalah rumah keluarga mereka, sebuah tempat yang penuh dengan kenangan dan benda-benda bernilai sentimental.
Nora dengan tegas menolak tawaran tersebut, merasa luka yang ditinggalkan ayahnya terlalu dalam untuk disembuhkan hanya dengan sebuah proyek film. Tidak putus asa, Gustav kemudian merekrut aktris Hollywood terkenal, Rachel Kemp (Elle Fanning), untuk mengambil peran yang seharusnya diperankan Nora.
Proyek film inilah yang kemudian menjadi pemicu memuncaknya konflik keluarga yang telah lama terpendam. "Sentimental Value" secara mendalam menelusuri lapisan-lapisan emosi manusia yang rumit: penyesalan, kebutuhan akan pengampunan, dan perjuangan untuk memahami kembali arti sebuah keluarga setelah segalanya terasa hancur.
Baca Juga: Sinopsis The Pout-Pout Fish, Kisah si Ikan Biru yang Bermuka Muram
| Penulis | : | Ulfa Lutfia Hidayati |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |