Grid.ID- Seorang bocah SD tewas dibunuh dan diperkosa di Cilincing. Tubuh korban diketahui ditemukan di balik kasur.
Siswi Sekolah Dasar (SD) dikabarkan tewas usai dibunuh dan diperkosa oleh seorang remaja. Kasus ini berawal dari penemuan mayat korban di sebuah rumah kontrakan di kawasan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (13/10/2025) malam.
Korban ditemukan setelah ayahnya curiga lantaran sang putri tak kunjung pulang sejak sore. Menurut keterangan dari keluarga, korban yaitu VI (12), terakhir terlihat keluar rumah sekitar pukul 19.00 WIB untuk bermain bersama temannya, H.
“Katanya jam 19.00 WIB sore dia pamit main dan enggak pulang-pulang, bapaknya nyariin. Akhirnya nanya sama teman yang bareng main, yaitu H, karena kan dia enggak dibolehin ikut sama si pelaku,” ujar tante korban, Desi Wulandari (21), dilansir dari Kompas.com.
Berdasarkan keterangan dari H, korban terakhir terlihat bersama seorang pria yang berinisial RM (16), yang diketahui tinggal di kontrakan tak jauh dari rumah korban. H lalu mengantarkan keluarga VI menuju rumah RM.
“Ditunjukin sama H ke sana (rumah pelaku) karena terakhir sama si pelaku. Akhirnya tetangga sini ngelihat ke sana, posisinya ditutupin pakai kasur dalam keadaan enggak bernyawa,” lanjut Desi.
Keluarga dan warga yang ikut mencari langsung membuka paksa pintu rumah RM. Saat diperiksa, mereka mendapati jasad VI tergeletak di balik kasur, dengan luka lebam di area mata yang diduga akibat pukulan.
Adapun, pemilik kontrakan yaitu Fatima, juga memberikan keterangannya. Dia mengaku tak mengetahui ada korban VI di dalam rumah tersebut.
“Saat kejadian enggak tahu kalau ada korban masuk. Sebelahnya aja enggak tahu, padahal kehalangan tembok aja, enggak dengar ada suara menangis, teriak, atau apa,” tutur Fatimah.
Dia mengatakan baru mengetahui ada mayat di dalam rumah kontrakan setelah H datang bersama keluarga korban untuk menanyakan keberadaan VI. Setelah jasad korban ditemukan, warga sekitar langsung mengintograsi dan bahkan memukuli pelaku sebelum akhirnya diserahkan ke polisi.
“Ada saksi nanyain ke sini, ada korban enggak. Kami jawab enggak ada, karena enggak tahu,” kata Fatimah.
| Source | : | Serambinews.com,Kompas |
| Penulis | : | Faza Anjainah Ghautsy |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |