Grid.id - Saat ini sektor yang terlihat diminati masyarakat karena penuh inovasi adalah industri entertainment. Mulai dari film, musik, televisi, hingga platform digital, semuanya terus berkembang mengikuti perubahan teknologi dan selera masyarakat, terutama kaum muda.
Demikian juga di negara kita. Industri hiburan di Indonesia saat ini tak lagi hanya menghadirkan tontonan semata.
Kreativitas anak bangsa yang semakin maju sudah menjelma menjadi kekuatan baru. Melalui musik, film, hingga gim, para pelaku industri kreatif berhasil menjadikan hiburan sebagai medium untuk memperkenalkan nilai serta identitas Indonesia di dunia.
Isu ini menjadi sorotan utama dalam acara Power Lunch bertajuk “Membangun Percakapan Global Lewat Entertainment” yang digelar oleh GDP Venture pada Rabu, 8 Oktober 2025, di Jakarta.
Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh ternama, antara lain Martin Hartono (CEO GDP Venture), Angga Dwimas Sasongko (CEO Visinema), Arief Widhiyasa (Co-founder Agate & CEO Confiction Labs), serta pemaparan mengenai tren industri hiburan di Indonesia oleh Suwandi Ahmad (Chief Data Officer Lokadata.id).
Survei Lokadata dominan menyoroti kecenderungan anak muda, dengan data bahwa 95% anak muda Indonesia mendengarkan musik secara daring setiap hari, dan 40% di antaranya menghabiskan waktu lebih dari satu jam.
Sementara itu 54% anak muda terus menemukan musik baru melalui media sosial, menandakan bahwa algoritma digital kini membentuk arus budaya populer baru.
Martin Hartono, CEO GDP Venture menekankan tentang soft power sebagai kunci utama percakapan entertainment. Soft power ini memiliki banyak bentuk, tidak hanya lewat film, musik, atau gim, tetapi juga melalui nilai-nilai budaya dan simbol-simbol yang dikenal dunia.
Martin dan GDP Venture dengan jeli "menangkap" trend ini bersama 88rising untuk menumbuhkan talenta yang kini dikenal luas di kancah internasional, seperti Rich Brian, NIKI, Warren Hue. Artin khusus menyoroti grup vokal No Na, yang membawa karakter unik musik Indonesia.
Di balik layar, No Na juga diproduseri oleh Stephanie Poetri yang melejit lebih dulu dengan lagu "I Love You 3000".
Dalam beberapa penampilannya di panggung luar negeri, Rich Brian menunjukkan icon nasional seperti Monas. Martin juga menunjukkan bahwa grup band cadas Voice of Baceprot (VOB) sudah unjuk gigi di panggung-panggung berkelas.
Baca Juga: Profil Rich Brian, Rapper Asal Indonesia yang Baru Saja Rilis Album 'Where is My Head?'
| Penulis | : | David Togatorop |
| Editor | : | David Togatorop |