Grid.ID - Ancaman bom di dua sekolah Internasional daerah Tangerang Selatan langsung menjadi sorotan. Pelaku ternyata minta tebusan Rp 497 juta.
Dua sekolah internasional yang diancam bom, yakni Jakarta Nanyang School di kawasan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Dan satunya lagi Mentari Intercultural School di Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).
Berikut kronologi ancaman bom di dua sekolah internasional Tangsel. Pelaku ternyata minta tebusan Rp 497 juta.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang, menjelaskan kronologi terkait ancaman bom yang terjadi di sekolah internasional tersebut. Menurutnya, Jakarta Nanyang School menjadi institusi pertama yang menerima ancaman teror bom.
Polisi mendapatkan laporan mengenai ancaman tersebut pada Selasa (7/10/2025) pagi.
"Pagi hari ini kami mendapatkan informasi adanya teror berupa adanya informasi diletakan bom di tempat kejadian," katanya, dikutip dari kanal YouTube Warta Kota Production.
Ia menuturkan, pihak kepolisian langsung bergerak cepat dengan menurunkan personel dari Polres Tangerang Selatan dan Polsek Pagedangan. Tim penjinak bom (Jibom) dari Gegana Brimob Polda Metro Jaya juga dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
"Kami kemudian bekerja sama melakukan sterilisasi dan pengecekan di tempat kejadian yang pertama."
"Di mana kemudian ditemukan bahwa hasilnya tidak ditemukan adanya bom atau bahan peledak sesuai dengan informasi teror yang disampaikan melalui WhatsApp ke nomor Jakarta Nanyang School," urainya.
Namun, pada siang hari di tanggal yang sama, ancaman serupa kembali terjadi kali ini menargetkan Mentari Intercultural School di kawasan Bintaro. Pihak sekolah segera melapor ke Polsek Pondok Aren, dan tim gabungan dari Polres Tangerang Selatan bersama Jibom Gegana kembali melakukan pengecekan di lokasi.
"Puji Tuhan, alhamdulillah hasilnya juga tidak ditemukan ya, bahan peledak atau bom dan sejenisnya di Mentari Intercultural School," bebernya.
| Source | : | Kompas.com,tribunnews,Youtube |
| Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
| Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |