Grid.ID- Pernikahan sering dianggap sebagai tujuan akhir dalam hubungan. Banyak perempuan bermimpi menemukan pasangan ideal untuk membangun rumah tangga yang bahagia.
Namun kenyataannya, tidak semua pernikahan berakhir dengan senyum. Kesalahan dalam memilih pasangan bisa berujung pada konflik, ketidakbahagiaan, bahkan perceraian.
Kadang kesalahan itu tampak sepele di awal, tetapi berbahaya di kemudian hari. Karena itu, memahami kesalahan perempuan saat memilih pasangan menjadi langkah penting sebelum melangkah ke pelaminan.
1. Memilih Pasangan dengan Harapan Bisa Mengubahnya
Mengutip YourTango, Jumat (3/10/2025), banyak perempuan terjebak pada keyakinan bahwa setelah menikah, pasangan akan berubah. Padahal, visi hidup yang berbeda sering jadi bom waktu dalam pernikahan.
Jika ia tidak ingin punya anak atau tidak sejalan soal tujuan hidup, jangan berharap bisa memaksanya berubah. Harapan semacam ini hanya akan melahirkan kekecewaan.
2. Terjebak pada "Fixer-Upper"
Ada perempuan yang merasa bisa memperbaiki sifat buruk pasangannya. Kenyataannya, seseorang tidak akan berubah jika ia sendiri tidak mau.
Menikahi pria yang penuh masalah hanya akan menambah beban dalam pernikahan. Ingat, yang bisa Anda ubah hanyalah diri sendiri, bukan dia.
3. Menuruti Pilihan Orang Lain
Banyak perempuan memilih pasangan demi restu keluarga atau demi terlihat ideal di mata orang lain. Pernikahan yang dibangun karena tekanan sosial jarang membawa kebahagiaan.
Baca Juga: Lewat Film Yakin Nikah, Enzy Storia Tekankan Pentingnya Kesiapan Sebelum Melangkah ke Pernikahan
| Source | : | yourtango.com |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |