Grid.ID - Menkeu Purbaya optimis ekonomi akan tumbuh sebesar 5,5 persen. Sektor ini disebut bakal naik pesat.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi buka suara soal kemungkinan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun 2025 ini. Bahkan tingkat pertumbuhan dapat mencapai 5,5 persen.
Optimisme sang menteri berasal dari prospek positif yang didorong dengan meningkatnya belanja masyarakat. Belanja masyarakat yang meningkat juga akan berpengaruh pada berbagai sektor, terutama properti dan semen.
“Kalau saya pikir sih hampir across the board. Yang jelas belanja masyarakat akan naik kencang. Dan nanti properti akan tumbuh bagus. Artinya semen akan naik kencang,” kata Purbaya, dikutip dari Tribunnews.
Selain itu, menurutnya perbankan juga akan mulai mengarahkan pembiayaan ke sektor properti. Hal ini didasarkan seiring kebutuhan kredit yang terus tumbuh.
“Saya pikir nanti pelan-pelan akan masuk ke sektor properti, di mana ketika orang pinjam kan jaminannya clear. Ini belum ke sana, saya pikir nggak lama lagi akan ke sana,” ujarnya.
Kemudian, selain sektor properti dan semen, Purbaya juga menilai sektor makanan dan minuman juga akan mengalami pertumbuhan signifikan. Menurut Purbaya, pemerintah berperan menciptakan kondisi agar dunia usaha bisa berinvestasi optimal.
“Makanan minuman akan naik kencang. Karena aktivitas ekonomi jalan. Jadi harusnya sih across the board yang mengalami pertumbuhan lebih cepat. Ini kan yang kita masukin ke sistem. Nggak dipilih-pilihkan. Perbankan yang milih dan sistem yang milih sendiri,” jelasnya.
“Jadi saya nggak sepintar pelaku-pelaku ekonomi di sana untuk menentukan yang mana yang paling pas buat mereka. Yang saya lakukan adalah menciptakan keadaan di mana mereka mengoptimalkan apa-apa yang mereka butuhkan maupun bisnis apa yang mereka ingin kerjakan. Tentunya mereka udah hitung kan. Kalau rugi ngapain dia masuk ke situ,” tambahnya.
Dilansir dari Kompas.com, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025 sebesar 5,12 persen (year-on-year/yoy). Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha.
Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah jasa lainnya sebesar 11,31 persen. Kemudian ada jasa perusahaan sebesar 9,31 persen, transportasi dan pergudangan sebesar 8,52 persen, serta penyediaan ekomodasi dan makan minum sebesar 8,04 persen.
| Source | : | tribunnews,Kompas.com |
| Penulis | : | Ines Noviadzani |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |