Grid.ID - Profil Sushila Karki, perdana menteri perempuan pertama di Nepal. Dipilih melalui Discord.

Mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, Sushila Karki resmi dilantik sebagai perdana menteri sementara pada Jumat (12/9/2025). Ia menerima banyak dukungan dari kelompok Gen Z di sana.

Hal itu pun mencatat namanya sebagai perempuan pertama yang memimpin negara itu. Penunjukan non-parlemen sebagai kepala pemerintahan ini merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dilansir dari Kompas.com, keputusan tersebut diambil karena gelombang protes besar di Nepal menuntut pemimpin baru. Sejak Senin (8/9/2025), sedikitnya 51 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat dari adanya aksi unjuk rasa.

Kini Sushila Karki menjadi harapan baru bagi masyarakat Nepal. Lantas siapa sosoknya?

Profil Sushila Karki

Sushila Karki lahir pada 7 Juni 1952 di Biratnagar, Provinsi Koshi Timur. Ia dikenal sebagai pakar hukum sekaligus perempuan satu-satunya yang pernah menjabat Ketua Mahkamah Agung Nepal.

Karki merupakan anak sulung dari tujuh bersaudara. Ia menempuh pendidikan di Universitas Tribhuvan dan lulus pada tahun 1972.

Karki kemudian meraih gelar master Ilmu Politik di Universitas Hindu Banaras, India, pada 1975. Setelahnya ia kembali ke Nepal dan menyelesaikan studi hukum di Tribhuvan pada 1978.

Kemudian pada tahun 1985 ia mengajar di Mahendra Multiple Campus, Dharan. Lima tahun kemudian ia bergabung dalam Gerakan Rakyat 1990 yang menentang rezim Panchayat dan sempat dipenjara singkat di Biratnagar.

Baru pada tahun 2008, ia diangkat menjadi advokat senior di Asosiasi Pengacara Nepal. Karier yudisialnya dimulai saat ia menjadi hakim ad-hoc di Mahkamah Agung pada 2009, sebelum ditetapkan sebagai hakim pada tahun 2010.

Baca Juga: Profil Natalius Pigai, Menteri HAM yang Usul Pembuatan Tempat Demo di Halaman Gedung DPR, Pernah Jadi Juru Parkir?

Halaman Selanjutnya

Source : tribunnews,Kompas.com
Penulis : Ines Noviadzani
Editor : Nesiana

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#anak

#pegawai

#Indonesia

#meninggal dunia

#maia estianty

#Lucinta Luna