Grid.ID - Film Merah Putih One For All digadang-gadang memakan biaya Rp6,7 miliar untuk produksi animasi bertema kebangsaan itu. Akan tetapi, Eksekutif Produser Merah Putih, Endiarto membantah angka Rp6,7 miliar sebagai nominal yang dikeluarkan untuk Merah Putih One For All.
Endiarto mengaku keget dengan kabar burung tersebut. Terlebih angka Rp6,7 miliar bukanlah uang yang sedikit.
“Kami kaget, budget terlalu tinggi itu, budget yang dari mana, gitu,” ujar Endiarto ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2025).
Meskipun demikian, Endiarto mengaku cukup habis-habisan dalam memproduksi film animasi yang tayang jelang perayaan 17 Agustus tersebut. Dia juga tak menyebut secara pasti berapa nominal yang digelontorkan untuk memproduksi film animasi tersebut.
“Kalau habis-habisan memang iya, kami kerjakan film ini habis-habisan,” ujarnya.
Dia juga menegaskan, bahwa tak ada kucuran dana dari pemerintah untuk memproduksi film tersebut. Begitupun dari pihak lainnya, tak ada yang menginvestasikan untuk film ini.
“Budget yang berseliweran di udara, yang sekitar Rp6,7 apa, apalagi ada embel-embel dari pemerintah, kami kaget, bingung,” ujarnya.
“Bisa muncul narasi itu dari mana, gitu. Tidak ada satu peser pun uang dari pemerintah, dari swasta, dari cukong, dari siapa pun, dari grup media juga enggak ada, dari pelaku seni juga enggak ada,” lanjutnya.
Menurut Endiarto, film Merah Putih One For All itu diproduksi sebagai bentuk penghargaan terhadap Indonesia menjelang usia 80 tahun. Diharapkan film ini dapat ikut memeriahkan HUT RI ke-80.
“Ini kita bentuk karena kita mau memberikan sumbangsih untuk kemeriahan 17. Spesial tahun ini, kan, 80 tahun. Saya gandeng A, si B, saya, kami misinya ini loh, ya. Enggak ada uang,” tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, film animasi Merah Putih One For All menjadi perbincangan publik usai menayangkan trailernya. Masyarakat yang menonton trailer tersebut menilai bahwa Merah Putih tak layang ditayangkan di bioskop dari segi kualitas.
Terlebih bahwa Merah Putih One For All digadang-gadang memakan dana Rp6,7 miliar. Nominal tersebut dinilai tak sebanding dengan film yang dihasilkan. (*)
| Penulis | : | Hana Futari |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |