Grid.ID- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi besar. Kali ini, KPK menangkap Bupati Kolaka Timur (Koltim), Abdul Azis. Beginilah kronologi penangkapan Bupati Kolaka Timur Abdul Azis.

Kabar penangkapan ini sempat menimbulkan kehebohan. Pasalnya, Abdul Azis dan Partai NasDem sempat membantah. Namun, KPK membuktikan sebaliknya.

KPK kini telah menetapkan Abdul Azis dan empat orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek pembangunan RSUD Kolaka Timur. Bagaimana awal kronologi penangkapan Bupati Kolaka Timur ini?

Mengutip Tribunnews.com, Sabtu (9/8/2025), KPK lebih dulu menangkap dua orang stafnya. Penangkapan itu dilakukan di lingkup Pemkab Koltim, Sultra. Kejadiannya pada Kamis, 7 Agustus 2025, sekitar pukul 07.00 WITA.

KPK kemudian melakukan pengembangan kasus. Lembaga antirasuah itu mengamankan tujuh orang lainnya.

Empat orang diamankan di Kendari dan tiga orang lainnya diamankan di Jakarta. Lalu KPK mengamankan satu orang lagi di Makassar, Sulawesi Selatan.

Orang yang dimaksud adalah Abdul Azis. Ia diamankan setelah selesai mengikuti Rakernas.

Pada Jumat, 8 Agustus 2025, Abdul Azis tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Ia langsung menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pada Sabtu dini hari, 9 Agustus 2025, KPK resmi mengumumkan. Abdul Azis ditetapkan sebagai tersangka. Ia ditetapkan bersama empat orang lainnya yakni Andi Lukman Hakim, Ageng Dermanto, Deddy Karnady, dan Arif Rahman.

Kasus ini terkait proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolaka Timur. Nilai proyeknya mencapai Rp126,3 miliar.

Kabar penangkapan Abdul Azis pun sempat simpang siur. Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, awalnya mengonfirmasi kabar penangkapan Abdul Aziz di Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Kronologi Wartawan Media Online Ditemukan Tewas dalam Sumur di Pangkalpinang, Sempat Dilaporkan Hilang

Halaman Selanjutnya

Source : Tribunnews.com,KOMPAS.com
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#dewi perssik